Cara Bikin Nama Brand yang Menarik dan Mudah Diingat

Rewriter: Putri KuzaifahRujukan: Idntimes.com
Cara-Bikin-Nama-Brand-yang-Menarik-dan-Mudah-Diingat
Ilustrasi (Bp.Guide)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Awal membuat nama merek atau brand tentu sangatlah rumit, apalagi bagi pengusaha baru. Karena, pemberian nama yang tepat akan terus diingat banyak orang dan menjadi identitas dari bisnis yang dijalankan. Jadi, harus benar-benar dipikirkan secara matang.

Hal yang tidak kalah penting yaitu nama brand tidak meniru merek dari pengusaha lain, sebab merupakan bagian dari pelanggaran hak atas merek. Intinya, pastikan brand nya memiliki nama yang unik sehingga mudah didengar dan diucapkan.

Ingin tahu bagaimana cara bikin nama merek?. Berikut cara membuat nama brand dari Entrepreneur Camp sebagaimana dilansir PortalMadura.Com, (1/4/2022) dari laman Idntimes.com:

Belum Pernah Dipakai dan Unik

Seperti yang disebutkan di atas, pemakaian nama brand yang sudah dipakai orang lain bisa dikenakan pelanggaran hak atas merek. Oleh sebab itu, Anda harus menetapkan nama brand yang belum pernah dipakai, atau belum pernah didaftarkan ke pemerintah.

Untuk mengetahui nama-nama yang brand yang belum pernah dipakai, Anda bisa melakukan survey secara online, misalnya melalui Google. Selain itu, Anda juga bisa memeriksanya di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, untuk mencari tahu mengenai hak paten.

Baca Juga:  Sumenep Hadapi Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten Kreatif Kemenparekraf

Jika nama yang Anda pilih belum pernah dipakai, pastikan nama brand itu unik agar mudah diingat masyarakat.

Mudah Didengar dan Diucapkan

Nama brand harus mudah didengar dan diucapkan. Jangan memilih nama-nama yang bisa menimbulkan ambiguitas saat mendengar, dan sulit untuk diucapkan kembali. Nama brand yang mudah didengar dan diucapkan akan lebih mudah diingat oleh konsumen.

Pendek Tapi Hindari Penggunaan Singkatan

Agar mudah diingat, jangan memilih nama brand yang terlalu panjang. Anda bisa memilih nama yang pendek agar brand Anda mudah dikenal. Hindari juga penggunaan singkatan, terutama bagi bisnis baru. Apalagi singkatan yang terdiri atas huruf dan angka, karena dapat membingungkan orang yang baru pertama mengetahuinya.

Sebagai contoh brand IM3. Butuh waktu agar masyarakat tahu cara membaca yang benar dan bahwa IM3 adalah singkatan dari Indosat Multimedia Mobile.

Baca Juga:  Sumenep Hadapi Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten Kreatif Kemenparekraf

Mencerminkan Produk

Anda juga harus membuat nama brand yang mencerminkan produk. Misalnya, produk yang Anda jual adalah lipstik. Maka Anda harus memastikan nama brand yang dipakai mencerminkan produk lipstik.

Sebagai contoh, Anda membuat nama Kissu untuk produk lipstik tersebut. Nama itu cocok karena mencerminkan produk dari penggalan huruf k-i-s-s, yang berarti cium.

Jangan sampai Anda menamakan produk lipstick dengan nama brand Aztech, karena lebih mencerminkan produk-produk teknologi dari penggalan huruf t-e-c-h yang mengacu ke kata technology.

Memiliki Makna yang Baik

Pastikan nama brand yang Anda pilih memiliki makna yang positif. Anda bisa memilih nama yang berkesan bagi kehidupan Anda. Misalnya seorang pengusaha yang lahir di Meksiko. Dia membuat merek produk teknologi bernama Aztech.

Kata penggalan huruf a-z-t-e-c sendiri mengacu pada Suku Aztec, suku dari Meksiko yang berkuasa di negara tersebut selama lebih dari 300 tahun.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.