5 Cara Membangun Konsentrasi Anak tanpa Membuatnya Tertekan

Avatar of PortalMadura.com
5 Cara Membangun Konsentrasi Anak tanpa Membuatnya Tertekan
Ilustrasi (review.bukalapak.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Daya ingat dan konsentrasi sangat penting bagi anak. Kedua hal ini memudahkan anak fokus dalam pelajaran di sekolah atau berbagai kegiatan lainnya. Namun terkadang, tak semua anak bisa berkonsentrasi dengan baik. Akan tetapi, Anda jangan khawatir karena konsentrasi anak bisa dilatih.

Dilansir dari laman Fimela.Com, Kamis (10/9/2020) berikut lima cara yang bisa dicoba untuk membangun konsentrasi anak.

Jangan Menyela

Sebaiknya jangan terlalu banyak menyela anak saat ia sedang melakukan sesuatu. Tetaplah percaya kepada anak, saat dia mengerjakan sesuatu. Kita baru bisa memberi respons atau menyela saat anak melihat ke arah kita.

Perhatikan yang Diulang Anak

Aktivitas pengulangan menunjukkan ketertarikan anak. Saat anak mengulang-ulang sebuah kegiatan, seperti mengambil benda keluar dan masuk keranjang, biarkan ia mengulanginya. Sediakan kesempatan yang sama dengan menambah tingkat kesulitannya.

Baca Juga:  Guru Honorer Lulus Passing Grade PPPK Ngadukan Nasib ke Dewan

Sediakan Lebih Sedikit Kegiatan

Anak akan lebih mudah memusatkan perhatian saat ada lebih sedikit aktivitas yang tersedia. Semua aktivitas yang terlalu mudah atau terlalu sulit bisa dimasukkan ke kotak penyimpanan dan dipajang bergantian di rak lain waktu.

Bantu Seperlunya Saja

Jika kita mengamati anak mengalami kesulitan, coba untuk menunggu terlebih dahulu untuk melihat apakah anak bisa mengatasinya sendiri. Saat anak tampak menyerah, baru kita bisa turun tangan untuk memberi sedikit bantuan.

Setelah itu, kita mundur lagi untuk melihat bagaimana kelanjutannya. Tak perlu terlalu sering memberi bantuan. Beri anak kesempatan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada.

Buatlah Area Kerja

Coba sedikan semacam karpet, tikar, atau meja kecil untuk anak. Memberi ruang atau area khusus ini bisa membantu anak memusatkan perhatian pada aktivitas yang telah ia pilih. Anak bisa lebih mudah berkonsentrasi saat memiliki areanya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.