oleh

Cara Membantu Anak Menghadapi Sebuah Penolakan

PortalMadura.Com – Bukan tidak mungkin anak mengalami sebuah penolakan dalam lingkungannya, entah itu tidak diterima masuk tim basket sekolah, tidak diajak pergi oleh teman, atau mungkin tidak pernah diajak ngobrol oleh seseorang.

Penolakan memang terasa sangat berat bagi remaja. dan mereka bingung dengan sikap yang harus diambil. Jangan khawatir, dilansir dari laman Popmama.Com, Senin (27/12/2020), berikut beberapa cara membantu anak menghadapi penolakan.

Bersikap Jujur

Remaja yang menghadapi penolakan harus bekerja sama dengan dua hal. Mulai dengan apa yang rasakan, karena jika ditanya bagaimana perasaannya, anak pasti menjawab, “Ini hal paling menyakitkan yang pernah terjadi di hidupku!”

Saat ditolak mungkin menyakitkan, maka minta remaja untuk jujur dengan perasaan itu. Jika ini menyakitkan, remaja tidak perlu pura-pura bilang, “Aku baik-baik saja, kok. Aku tidak masalah ditolak.” Jika Anda melihat anak Anda sangat sedih dan perlu menangis, tawarkan bahu untuk menangis.

Daripada anak berpikir, “Aku seharusnya tidak merasa sesedih ini,” akan lebih baik jika anak merasa sedih karena ditolak adalah perasaan yang normal. Jadi sekali lagi, latih anak untuk jujur dengan perasaannya sendiri. Kemudian ingatkan lagi, kalau bahkan orang-orang hebat yang anak tahu juga pernah ditolak, namun mereka tidak putus asa.

Bersikap Positif

Ketika berhadapan dengan hal sepahit penolakan, maka anak dengan mudahnya bisa diselimuti dengan semua perasaan buruk. Awalnya sedih karena ditolak, namun kemudian sikapnya pada semua orang bisa sangat negatif.

Bagi beberapa anak, penolakan itu tidak bisa dilupakan begitu saja dalam waktu cepat. Entah sampai kapan, satu penolakan saja bisa membuat anak larut dalam kesedihan. Akhirnya efek penolakan ini akan semakin menyakitkan, dan anak Anda menjadi semakin sosok yang semakin sulit menghadapi penolakan.

Untuk mencegah hal itu, Anda harus bisa merangkulnya untuk bersikap positif. Karena terus meratapi penolakan itu justru bisa membawanya ke lebih banyak penolakan lagi. Bangkitkan semangatnya untuk mencoba lagi, karena sekali lagi, hampir semua orang pernah ditolak.

Jangan Menyalahkan Diri Sendiri

Agar penolakan terasa lebih mudah diterima, remaja sering menyalahkan dirinya sendiri. Anda harus memberi tahu anak kalau rasa kaget karena ditolak adalah hal normal, namun tidak perlu menjelek-jelekkan diri sendiri. Konsekuensinya, anak harus berani menerima kenyataan.

Misalnya, ketika anak ditolak temannya untuk pergi ke pesta sekolah bersama, maka anak lebih baik berpikir, “Saya ditolak pergi bersama karena orang itu mau pergi bersama orang lain.” Jangan buat situasi semakin buruk dengan mengatakan, “Saya ditolak pergi bersama karena saya tidak menarik, karena saya tidak keren,” karena bukan itu faktanya.

Ajarkan anak untuk tidak membesar-besarkan situasi yang kurang menyenangkan, dan stop menyalahkan diri sendiri karena itu hanya akan membuat suasana hatinya semakin buruk.

Jangan Berlebihan

Minta anak untuk mengingat momen-momen ketika ia diterima, bukan ketika ia ditolak. Ajarkan anak juga untuk merasa bangga karena sudah pernah mencoba. Tidak ada yang salah dari ditolak dan menolak, apapun alasannya, kita hanya perlu mencoba lagi.

Anda bisa memberi nasihat yang filosofis, seperti, “Terkadang sesuatu terjadi karena alasan yang tidak kita mengerti. Begitulah kehidupan, Nak.”

Berani Bangkit

Harusnya anak bangga ketika ditolak, karena inilah bukti ia pernah mencoba. Ingat, tidak semua anak berani mencoba suatu hal. Dengan ditolak, berarti ada ruang untuk memperbaiki diri menjadi sosok yang lebih baik lagi.

Fakta ditolak memang menyakitkan, namun jika anak mengatasinya dengan baik dan tepat, maka ini bisa menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri dan tampil lebih bersinar dari sebelumnya. Anda bisa semangati dengan kalimat, “Waktunya untuk menunjukkan kemampuan terbaikmu, Nak!”.

Rewriter : Oktaviana Dwi K.K
Editor : Oktaviana Dwi K.K

Komentar