oleh

7 Cara Menangani Kondisi Kejang pada Anak

PortalMadura.Com – Kejang demam pada anak merupakan salah satu kondisi yang paling ditakuti orang tua. Apalagi kejang demam umum dialami oleh bayi dengan usia 6 bulan hingga 5 tahun. Step, yang biasa dikenal dengan kejang demam adalah kondisi yang terjadi akibat adanya kenaikan drastis suhu tubuh pada anak. Kejang demam pada anak juga ditandai dengan gejala, seperti mengeluarkan keringat secara berlebihan, tangan dan kaki mengalami kejang, serta demam tinggi hingga lebih 38 derajat Celcius.

Tetap tenang menjadi salah satu kunci yang utama untuk menangani masalah kejang demam pada anak. Dilansir dari laman Popmama.Com, Jumat (2/10/2020) berikut cara mengatasi kejang demam pada anak.

Atur Posisi Anak

Ketika anak mengalami kejang, Anda sebagai orang tua sebaiknya mengondisikan posisi anak. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan anak dari bahaya lainnya yang mungkin terjadi. Pertama letakkan anak di latai, lalu baringkan dengan posisi miring. Posisi tersebut untuk menghindarkan anak tersedak air liur atau muntahnya sendiri.

Pastikan salah satu lengan berada di bawah kepala yang juga dimiringkan ke salah satu sisi. Selanjutnya, kondisikan benda-benda yang berada di sekitar anak. Benda tajam dan berbahaya perlu dihindarkan karena dapat melukai tubuh nya. Singkirkan juga benda-benda yang dapat menghalangi gerak anak.

Jangan Membiarkan Anak Makan atau Minum

Saat anak kejang, sebaiknya Anda segera mengeluarkan apapun yang berada dalam mulutnya. Tindakan ini perlu dilakukan agar anak tidak tersedak. Selain itu, ketika anak mengalami kejang, benda di dalam mulut dapat menutup saluran pernapasan nya.

Ada baiknya, ketika kejang Anda tidak memberikan makanan ataupun minuman kepada anak, termasuk memberikan obat. Lakukan hal itu ketika kejang telah berhenti dan anak terlihat lebih rileks.

Hindari Tindakan untuk Menahan Gerakan Tubuh Anak

Ketika anak kejang, ada kemungkinan Anda berniat menahan tubuh anak. Namun, hal ini sebenarnya tidak perlu Anda lakukan.

Sebaiknya jangan mencoba menghentikan gerakan kejang-kejang anak secara paksa, seperti menahan ataupun memeluk erat tubuh anak. Tindakan ini tidak dapat menghentikan kejang, selain itu dapat membuat anak semakin merasa tidak nyaman. Lebih berbahayanya lagi, tindakan ini dapat memicu terjadinya patah tulang.

Segera Periksa Apakah Anak Masih Bernapas

Ketika dalam kondisi kejang, sebaiknya Anda memeriksa laju napas anak. Termasuk memastikan apakah ia masah bernapas. Cek dan pastikan apakah anak bisa bernapas dengan lancar, lakukan ini saat kondisi kejang maupun sesudah terjadinya kejang-kejang.

Ketika anak tidak bernapas dalam 1 menit setelah kejang berhenti, mulai lakukan pernapasan penyelamatan mulut ke mulut. Sebaiknya Anda tidak mencoba melakukan penyelamatan pernapasan ketika anak mengalami kejang. Tindakan ini dapat melukai anak atau bahkan dirimu sendiri.

Melonggarkan Pakaian Anak

Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan dengan melonggarkan pakaian anak. Anda perlu melakukan hal itu terutama pada bagian leher dan kepala.

Baju yang sempit dapat mengurangi ruang bernapas anak. Hal ini dapat berdampak pada kekurangan oksigen dan berakibat fatal. Itulah mengapa sebaiknya Anda perlu melonggarkan pakaian anak ketika ia mengalami kejang.

Melalui Obat-Obatan

Biasanya kejang pada anak berlangsung kurang dari dua menit. Jika hal itu terjadi lebih dari lima menit, maka Anda membutuhkan bantuan untuk menghentikan kejang. Satu-satunya cara untuk menghentikan kejang ialah dengan memberikan anak obat.

Perlu diperhatikan, pemberian obat ini harus diberikan melalui jalur intravena atau melalui hidung. Tidak dimasukan melalui mulut, baik itu dimakan ataupun diminum. Obat yang umum digunakan untuk menghentikan kejang adalah diazepam, lorazepam, juga midazolam.

Tetap Menemani Anak

Ketika anak mengalami kejang, hal yang harus Anda lakukan adalah berada di samping nya. Temani anak ketika mengalami kejang, jangan panik mencari obat atau meninggalkan nya.

Anda dapat mengucapkan kata-kata yang dapat membantunya menenangkan diri. Ucapan tersebut pastinya dapat membuat anak merasa nyaman. Juga membantunya untuk lebih semangat berhadapan dengan kondisi yang di alami.

Rewriter : Oktaviana Dwi K. K
Sumber : popmama.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar