oleh

Cara Mengatasi Anak yang Takut dengan Suara Keras

PortalMadura.Com – Suara mengejutkan seperti petir atau bunyi mesin yang keras seperti penghisap debu atau blender, kerap membuat anak takut. Suara keras yang diterima dari telinga terhubung ke area otak, yang melibatkan ingatan, emosi, ketakutan, dan tingkat kewaspadaan dasar anak.

Hal tersebut dapat memengaruhi kemampuan anak untuk merasa nyaman dalam lingkungan sosial, seperti pesta, konser, dan acara lainnya.

Dilansir dari laman Popmama.Com, Kamis (6/8/2020), berikut ini cara mengatasi anak yang takut akan suara keras.

Ketahui Alasan Ketakutan Anak Sampai Pada Dasarnya

Ketakutan akan kebisingan sering dikaitkan dengan ketakukan lainnya. Misalnya, suara pintu dibanting atau suara kembang api mungkin menakutkan anak karena mereka membayangkan suara perang atau tertembak.

Cobalah untuk bertanya apa yang membuat mereka takut. Jika anak belum dapat berbicara dengan lancar, buatlah respon mereka terhadap suara-suara yang berbeda, sehingga Anda dapat memahami apa yang mendorong rasa cemas anak.

Buat Daftar Suara yang Membuat Anak Takut

Buatlah daftar suara yang membuatnya merasa takut, lalu buat rencana untuk setiap suaranya. Misalnya, ketika anak mendengar suara sirene, ia bisa menutupi telinganya, berhitung sampai sepuluh dan mengambil napas dalam-dalam. Cara tersebut dapat mengurangi ketidaknyamanannya.

Tunjukkan Pada Anak untuk Menyentuh atau Memegang Benda yang Ditakuti

Tunjukkan pada anak dengan menyentuh atau memegang benda yang ditakuti anak, setelah merasa nyaman melihat benda tersebut, biarkan anak ikut menyentuhnya.

Cobalah untuk melakukan percobaan pada penyedot debu. Tunjukkan pada anak bahwa penyedot debu terlalu lemah untuk mengangkat sekotak tisu, tunjukkan bahwa anak lebih kuat daripada penyedot debu. Minta anak untuk melemparkan kotak tisu ke seberang ruangan, lalu suruh anak mengambilnya, untuk menunjukkan seberapa kuat mereka dibandingkan dengan penyedot debu.

Tunjukkan Respons dengan Cara yang Berbeda Saat Mendengar Suara Keras yang Mengejutkan

Saat terdengar suara keras yang mengejutkan, bantu anak mengolah kembali perasaan kecemasan sebagai kegembiraan. Namun hindari untuk terlalu menjengkelkan atau meremehkan rasa takut anak. Buatlah respons yang berbeda, ketika suara tiba-tiba mengejutkan anak, lihat langsung ke matanya dengan senyum lebar dan katakan “Wow! Itu keras, bukan? Suara apa itu ya?”. Hal ini akan melatih anak untuk bereaksi dengan respon terkejut daripada ketakutan.

Berikan Kesempatan pada Anak untuk Membuat Suara Keras Sendiri

Berikan anak kesempatan untuk membuat suara keras sendiri, seperti bermain benda yang dapat di pukul sehingga menghasilkan suara keras. Anda dapat melakukannya dengan memukul panci yang sudah tidak terpakai. Hal ini bisa memberi mereka perasaan kekuatan yang berdaya atas ketakutan mereka.

Bantu anak memahami secara khusus dengan menciptakan suara-suara berbeda yang menakutkan mereka. Ini seringkali akan mengurangi kecemasan anak.

Gunakan Penyumbat Telinga untuk Meredam Suara Bising

Anda dapat memberikan alat bantu untuk meringankan rasa takut anak terhadap suara keras. Seperti memakai headphone atau penyumbat telinga untuk meredam suara bising, barang-barang tersebut mungkin dipakai saat mengantisipasi suara keras.

Rewriter : Oktaviana Dwi K. K
Sumber : popmama.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE