oleh

Ketahui 4 Cara Mengatasi Lecet pada Dubur Bayi

PortalMadura.Com – Lecet pada dubur bayi merupakan salah satu bentuk ruam popok yang memang banyak diderita oleh bayi berusia 4-15 bulan. Lecet bisa terjadi ketika Anda jarang mengganti popok bayi atau bahkan terlalu sering melakukannya.

Anda tidak perlu panik ketika bayi Anda rewel karena ada luka lecet di bokongnya. Ada beberapa cara mengobati lecet pada dubur bayi yang cukup sederhana. Dilansir dari laman Popmama.Com, Selasa (13/10/2020) berikut cara mengatasi lecet pada dubur bayi.

Oleskan Krim Ruam

Lecet biasanya disebabkan iritasi pada kulit bayi yang masih sensitif. Anda bisa mengoleskan krim ruam di daerah sekitar dubur bayi pada pagi dan sore setelah mandi. Gunakan krim ruam yang mengandung zinc oxide atau petroleun yang bisa melindungi kulit sensitif bayi sekaligus memberikan sensasi lembut.

Rutin Ganti Popok

Penggunaan popok bayi menjadi faktor utama lecet pada dubur bayi. Oleh sebab itu, Anda harus rutin mengganti popok. Jangan biarkan bayi menggunakan popok yang sama selama tidur karena hal itu membuat area pantat bayi tidak dapat bernapas secara optimal.

Anda bisa menggunakan popok sekali pakai dengan daya serap tinggi agar pantat bayi tetap kering dan menghindari tumbuhnya bakteri. Saat mengganti popok, pastikan Anda telah mencuci tangan menggunakan sabun. Cara ini bisa membantu mengatasi lecet sekaligus mencegah kembali terjadinya iritasi.

Mengeringkan dengan Benar

Sebelum memasangkan popok, Anda sebaiknya terlebih dahulu mengeringkan daerah pantat bayi. Tepuk-tepuk area pantat bayi menggunakan handuk kering dan bersih. Pastikan area pantat yang lecet telah kering dan bersih sebelum memakai popok.

Gunakan Produk Bebas Alkohol

Ruam pada dubur bayi juga bisa disebabkan pemakaian tisu basah atau sabun yang tidak sesuai dengan tipe kulit bayi. Anda harus memastikan tisu basah dan sabun yang digunakan tidak mengandung parfum dan alkohol guna menghindari lecet pada dubur bayi.

Jika ingin mengusap area dubur yang lecet menggunakan tisu basah, Anda harus melakukannya secara perlahan agar bayi tidak merasa kesakitan.

Rewriter : Oktaviana Dwi K.K
Sumber : Popmama.Com

Komentar