Catut Annuqayah, Kejari Sumenep Tahan 4 Tersangka BOP

Avatar of PortalMadura.com
Penulis: HartonoEditor: Putri Kuzaifah
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan penahanan terhadap 4 tersangka kasus Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) pendidikan tahun 2021 yang diduga mencatut nama lembaga Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep.

Penahanan terhitung sejak hari ini, Kamis (9/6/2022) setelah penyidik Polres Sumenep menyerahkan para tersangka beberapa saat sebelumnya. Selama proses penyidikan, para tersangka tidak dilakukan penahanan.

Keempat tersangka itu, Haitum, S.Pd alias H. Anas (43) warga Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Jamaluddin (40), warga Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Amir Hamzah dan Ach. Faidi, S.Pd. Keduanya warga Desa Panaguan, Kecamatan Larangan, Pamekasan.

Kejari Sumenep Tahan 4 Tersangka Kasus BOP Catut Lembaga Annuqayah4
Jaksa menunjukkan barang bukti uang tunai yang diduga hasil kejahatan 4 tersangka BOP (@portalmadura.com)

Para tersangka dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Sunenep. “Kami punya waktu 20 hari kedepan, masa penahanan,” tegas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep Trimo.

Baca Juga:  3 Faktor Penyebaran Narkoba di Kalangan Anak dan Remaja Sumenep

Ia menjelaskan, alasan melakukan penahanan terhadap 4 tersangka, selain dikhawatirkan menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya, juga dikhawatirkan melarikan diri. “Tiga di antaranya [tersangka, red] tinggalnya di Pamekasan. Satu bertempat tinggal di Sumenep,” terangnya.

Pada kasus dugaan penggunaan dokumen palsu tersebut, para tersangka dijerat Pasal 266 ayat (1) jo. Pasal 55 ayat (1) ke (1). “Dalam melakukan tindak pidana, tersangka menggunakan surat palsu dengan menggunakan milik hak orang lain. Dan ancaman hukumannya itu diatas 5 tahun,” tegas Trimo.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Sumenep untuk disidangkan. “Insyaallah, pekan depan. Secepatnya la,” tandasnya.

Ia menambahkan, selain 4 tersangka yang diserahkan penyidik Polres Sumenep, juga barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp50 juta serta sejumlah dokumen (surat) untuk proses pencairan BOP di salah satu bank BUMN.

Baca Juga:  Apresiasi Peran Muslimat NU, Bupati Sumenep Titip Tiga Pesan

Sementara, Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S menjelaskan, pada proses penyerahan tersangka BOP yang diduga mencatut nama lembaga Annuqayah kepada Kejari Sumenep dilakukan oleh unit Pidter (tindak pidana tertentu).

“Sebelumnya, empat tersangka itu datang sendiri ke Polres,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.