oleh

Cawabup Dewi Khalifah Temukan Indikasi Money Politic di Arjasa

PortalMadura.Com, Sumenep – Calon wakil bupati (Cawabup) Dewi Khalifah, pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 yang mendampingi Zainal Abidin (ZA-EVA) menemukan indikasi money politic di wilayah Arjasa, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Indikasi money politic (politik uang) itu ada di Arjasa. Misalnya di Kalikatak,” kata Dewi Khalifah, Cawabup Sumenep via telepon pada PortalMadura.Com, Selasa (8/12/2015).

Modusnya, pura-pura mengantarkan C6 (pemberitahuan pencoblosan Pilkada) pada pemilih. “Dan itu, indikasinya dilakukan oleh oknum aparat,” tegasnya.

Temuan lainnya, ada pemilih yang menerima lebih dari satu lembar C6. “Ada yang diberi tiga sampai empat lembar C6. Namanya sama dengan tujuan orangnya, ya sama. Laporan dari tim saya di wilayah Duko, Kalikatak dan Kalinganyar,” ujarnya.

Bahkan, Dewi Khalifah yang diusung delapan (8) partai politik ini menyayangkan dengan adanya indikasi transaksi C6. “Modusnya, pemilih dihalang-halangi untuk tidak hadir dan C6-nya mau dibeli,” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta pihak Panwaslih Kabupaten Sumenep bertindak tegas atas indikasi tersebut. “Saya mengharap, Panwas lebih maksimal melakukan pengawasan dan bertindak tegas,” pinta Dewi Khalifah yang akan mencoblos di TPS 1 Laok Janjang, Arjasa.

Sementara, Komisioner Panwaslih Kabupaten Sumenep, Anwar Noris meminta untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran yang akan menodai pelaksanaan Pilkada. “Tentu, laporan itu harus dilengkapi dengan bukti-bukti kuat,” katanya.

Selama ini, pihaknya mengaku tidak hanya memberi instruksi kepada semua Panwaslih Kecamatan, PPL maupun Pengawas TPS. Tetapi, telah melakukan monitoring agar melakukan pengawasan maksimal setiap tahapan Pilkada.

“Setiap tahapan Pilkada, kami sudah maksimal melakukan pengawasan. Termasuk pengawasan pada kedua paslon dan tim maupun relawan. Sampai sore ini, kami belum mendapatkan laporan kalau soal money politic itu,” pungkasnya.(Hartono)

Komentar