Cegah Anjloknya Harga, Petani Tembakau Diminta Jauhi Panen Muda

  • Bagikan
Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Sumenep Abdul Hamid
Kabid Perkebunan, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumenep, Abdul Hamid (Foto: Samsul Arifin)

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menghimbau agar petani tembakau di Bumi Sumekar ini tidak memanen tembakau lebih awal atau tembakau muda. Sebab, panen muda itu akan memengaruhi kualitas tembakau itu sendiri.

“Kalau tembakau dipanen muda, dipastikan kualitasnya akan rendah. Kalau kualitasnya rendah pasti akan merusak harga. Makanya, agar harga tetap tinggi, tembakau harus dipanen sesuai waktunya,” kata Kabid Perkebunan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumenep, Abdul Hamid, Rabu (29/8/2018).

Hamid menyampaikan, selain menjauhi panen tembakau muda, para petani juga diharapkan tidak mencampurnya dengan tembakau dari luar Madura, karena akan merusak kualitasnya juga. Sebab, tembakau Madura memiliki kualitas tinggi dibanding dari luar Madura.

“Tolong kualitas tembakau ini benar-benar dijaga. Ini tanggung jawab dari petani itu sendiri. Pabrikan atau gudang pembelian pasti melihat kualitas dalam penentuan harga,” jelasnya.

Hingga saat ini ada dua gudang atau perusahaan yang telah membuka pembelian tembakau rajangan, yakni PT Giri Dipta Sentosa, di Gukuk-guluk, (buka mulai tanggal 13 Agustus 2018) dan PT Surya Kahuripan Semesta, di Patean (buka mulai tanggal 15 Agustus 2018).

“Untuk di PT Giri Dipta Sentosa, di Gukuk-guluk, harga tembakau rajangan terendah Rp 36 ribu per kg dan tertinggi Rp 53 ribu. Sedangkan di PT Surya Kahuripan Semesta, Patean, harga terendah Rp 30 ribu per kg dan tertinggi Rp 53 ribu,” imbuhnya. (Arifin/Desy)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.