oleh

Cegah Stunting, PPNI Sumenep Gelar Bakti Sosial

PortalMadura.Com, Sumenep – DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur bertekat untuk melakukan pencegahan terhadap stunting (pertumbuhan anak mengalami gangguan).

Salah satunya, dengan menggelar bakti sosial (baksos) pada momentum peringatan HUT ke 45 PPNI, di Jl. Jokotole atau Lingkar Barat Desa Babalan, Kecamatan Batuan, Sumenep, Sabtu (16/3/2019).

Dengan bertemakan “Bersama Cegah Stunting Perawat Optimalkan Masyarakat Sehat”, PPNI Sumenep memberikan santunan kepada 25 anak yatim, 18 anak stunting atau kurang gizi dan pelayanan pemeriksaan berupa tes kencing manis, tensi darah, cek kolestrol secara gratis kepada warga.

“Kalau ada pasien yang butuh sesuatu maka kami akan pastikan untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan yang ada di Batuan,” kata Ketua PPNI Kabupaten Sumenep, H.M Nur Insan, Amd.Kep.

Pada baksos tersebut, dilakukan pemeriksaan awal di setiap stand yang berjumlah 15 dari komisariat PPNI Kabupaten Sumenep. Selain itu, masing-masing stand juga menyuguhkan aneka jajanan khas Sumenep.

Kegiatan tersebut sekaligus peresmian gedung PPNI Sumenep oleh Bupati Sumenep, A Busyro Karim. Gedung PPNI Sumenep merupakan gedung PPNI pertama yang ada di Madura.

Ketua PPNI Sumenep, H.M Nur Insan, Amd.Kep juga mengajak para perawat untuk membawa harum nama PPNI dengan kerja keras dan menciptakan prestasi yang membanggakan untuk Kabupaten Sumenep.

Menurutnya, perawat merupakan salah satu orang yang paling dekat dengan pasien bahkan saat pasien dalam keadaan sekarat sekalipun.

Karena itu, ia meminta kepada mereka untuk terus melakukan pelayanan yang terbaik. Tak terkecuali perawat di kepulauan agar bisa membuktikan bahwa perawat bisa memberikan kontribusi kepada kesehatan di Kabupaten Sumenep.

“Perawat itu profesi yang ditakdirkan oleh Allah kepada kita. Maka bentuk syukur kita harus melaksanakan tugas perawat dengan baik,” katanya.

Bupati Sumenep, A Busyro Karim didampingi istrinya, Nurftriana menyampaikan apresiasinya kepada perawat yang telah banyak memberikan kontribusi bahkan kinerjanya di beberapa tempat sudah mendapat apresiasi nasional.

“Saya kira ini harus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya ketika di antara perawat itu diberi tugas misalnya yang lebih baik maka harus dijawab dengan kinerja yang lebih baik,” ujarnya.

Saat ini, perawat di Kabupaten Sumenep berjumlah 1.326 orang yang tersebar di 30 Puskesmas di Kabupaten Sumenep yakni 8 Puskesmas di kepulauan dan 22 Puskesmas di daratan.

Komentar