Cenderamata Keris Sumenep Bukan Yang Pertama di KTT G20

Avatar of PortalMadura.com
Penulis: HartonoEditor: Hartono
Cenderamata Keris Sumenep Bukan Yang Pertama di KTT G20
Keris Sumenep yang menjadi cendemata pada pemimpin dunia dimasa kolonial (Stedu)

PortalMadura.Com, Keris asal Sumenep, Madura, Jawa Timur, dijadikan cenderamata bagi para pemimpin dunia bukan yang pertama kali terjadi pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali tahun 2022.

“Jauh sebelum itu, keris sebagai hadiah sudah berlangsung sejak masa kolonial,” kata Stedu, dalam catatan resmi @sumeneptempodulu, dilansir portalmadura.com, Selasa (29/11/2022).

Stedu menyebutkan, selama pertengahan abad ke-19, beberapa penguasa di Madura sering kali menghadiahkan keris kepada pemimpin tertinggi Hindia-Belanda.

“Keris yang dihaturkan tidak sembarangan alias spesial. Bagian-bagian tertentu kadang dihiasi emas dan berlian,” terangnya.

Salah satunya hadiah dari panembahan Natakusuma II yang diberikan pada Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Ludolph Anne Jan Wilt Sloet van de Beele yang menjabat dari tahun 1861-1866.

Cenderamata Keris Sumenep Bukan Yang Pertama di KTT G20
, Pamekasan dan Bangkalan yang menjadi cendemata pada pemimpin dunia dimasa kolonial (Stedu)

“Kini keris itu menjadi koleksi wereld Museum Rotterdam,” terangnya.

Stedu juga menyajikan gambar keris Pamekasan dan Bangkalan yang dijadikan cenderamata pada pemimpin dunia.

Di antaranya, dari Pamekasan. Hadiah panembahan Mangkoe Adie Ningrat untuk Gubernur Jenderal Jean Chretien Baud yang menjabat dari tahun 1834-1836. Keris tersebut menjadi koleksi Rijk Museum Amsterdam.

Keris Bangkalan hadiah dari Sultan Cakra Adie Ningrat II tahun 1835 untuk Raja Willem I dari Belanda. “Kini, keris itu menjadi koleksi Rijk Museum Amsterdam,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.