Cerita Miris Seorang Janda dan Anak Yatim Hidup di Gubuk Bambu

Avatar of PortalMadura.com
janda
Kanan, Tim Berbagi Kasih Portal Madura salurkan bantuan pada janda dan anak yatim
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Asnami (49), warga Dusun Jurgang, Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Madura, Jawa Timur rela hidup berdua di gubuk bambu bersama putrinya, Asmaniyah, yang masih berumur 7 tahun.

Gubuk bambu dengan dinding bagian kanan-kiri atas dibalut terpal seadanya dan tidak ada sekat untuk kamar tidur tak membuat dirinya kehilangan semangat untuk menjalani hidup meski tak pernah terjamah program pemerintah. Kecuali, beras raskin yang diterimanya 4 bulan sekali. Itupun jika kebagian.

Saat Tim Berbagi Kasih Portal Madura mengunjungi rumah Asmani, tampak terkejut dan heran saat bantuan kedua berupa sembako diberikan. Bantuan pertama berupa uang untuk kebutuhan putrinya yang saat ini menempuh pendidikan kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (setingkat sekolah dasar).

Ia menceritakan, awalnya hidup bersama suaminya dengan status ikut ke rumah suami yang tergolong mampu dengan rumah permanen dan sudah ada musalla. Namun, harta itu bukan haknya dan tidak masuk dalam harta gono-gini.

“Rumah permanen itu, hasil kerja almarhum (suami, red) bersama istri pertamanya yang sudah meninggal dunia dan dikarunia dua anak. Jadi, rumah itu sudah diberikan pada dua anak itu. Karena memang bukan hasil keringat saya,” katanya.

Ia dinikahi oleh suaminya setelah istri pertamanya meninggal dunia. Dalam perjalanan hidupnya bersama almarhum, cobaan dan ujian datang bertubi-tubi, hingga akhinya memutuskan membuat rumah gedek di tempat lain.

Sang Maha Kuasa berkata lain, saat putrinya berumur lebih 1 tahun, suaminya mengalami kecelakaan. Almarhum terjatuh dari atas mobil yang mengangkut rumput untuk makan ternak sapi. Perawatan melalui tenaga medis dan non medis telah dilakukan.

Namun usaha itu tak kunjung sembuh. Almarhum mengalami sesak nafas cukup lama hingga akhirnya meninggal dunia. Tak ada sisa harta yang dapat dikelola oleh dia bersama anaknya.

Baca Juga:  Ambunten dan Lenteng Tertinggi, PMK Merambah Kepulauan Sumenep

Dalam situasi ekonomi yang sangat terbatas dan gubuk bambu buatan suaminya yang jauh dari pemukiman warga lain, akhirnya memilih untuk pindah ke tempat atau lahan tegal yang ramai dengan warga.

“Gubuk bambu buatan suami itu yang dipindah ke sini. Jadi, gubuk ini yang murni hak saya yang dibuat oleh almarhum,” katanya.

https://youtu.be/pHg-z7VJ6ls

Jeritan Anak Yatim

Asmaniyah, yang masih berumur 7 tahun itu, seperti anak-anak pada umumnya. Lincah dan suka bergaul. Setiap hari masuk sekolah dan malam harinya mempelajari Alquran dan ilmu-ilmu agama lainnya pada tokoh agama sekitar.

Namun ditengah kegembiraannya itu, sering bilang pada ibundanya soal kondisi gubuk bambu tersebut. “Bagaimana kalau nanti roboh?. Dimana mau berteduh?,” ujar ibunda Asnami, menirukan ucapan putrinya.

Kalimat tersebut seakan menusuk ulu hati Asmani. Sesekali terlihat pada bola matanya basah meski tidak sampai meneteskan air mata.

Namun, ia tetap bersyukur karena masih dikaruniai kesehatan bersama putrinya. Bahkan, harapan untuk mempunyai rumah yang layak huni hanya meminta kepada Allah.

Baca: Janda dan Anak Yatim Huni Gubuk Bambu Tak Tersentuh Program Pemerintah

Ia juga mengaku takut saat ada bantuan sembako yang diberikan Tim Berbagi Kasih Portal Madura. Alasannya sederhana, takut diminta lagi. Padahal sudah jelas merupakan bantuan swasta dan memang haknya.

Terlepas ada yang mempengaruhi atau menakut-nakuti, Tim Berbagi Kasih Portal Madura akan berusaha memantau kondisi kehidupan janda dan anak yatim tersebut. Semampunya akan mengucurkan kembali kebutuhan yang sifatnya mendesak, seperti sembako.

Baca Juga:  5 Rukun Ibadah Umrah yang Harus Dipenuhi, Apa Saja?

Tim Berbagi Kasih

Bagi Anda yang ingin berpartisipasi dan meringankan beban hidup anak yatim dan warga kurang beruntung di wilayah Sumenep, Tim Berbagi Kasih memberi kesempatan untuk mengirimkan donasi Anda via Nomor Rekening: BTN Sumenep (00149-01-50-010408-9) atas nama PT. Portal Cyber Merah Putih.

Transfer dana dibuka sejak, Selasa tanggal 19 September dan ditutup tanggal 30 September 2017. Bagi yang sudah mengirimkan dana hendaknya melakukan konfirmasi via WA/SMS ke No. HP. 08191-360-4888 (Hartono) dengan mencantumkan nilai donasi dan nama pengirim serta alamat.

Setiap donasi yang dikirim via rekening dan yang disalurkan oleh Tim Berbagi Kasih kepada kesejumlah anak yatim dan warga kurang beruntung akan di update di situs PortalMadura.Com, setiap pukul 22.00 WIB.

Program ini merupakan persembahan dari PortalMadura.Com menjelang hari ulang tahun ke-4 yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober.(*)

Donasi Masuk

– Kurniadi (Sumenep) sebesar Rp. 2.500.000,-
– Chanda Kirana Malik Effendi (Sumenep) sebesar Rp. 3.000.000,-

Dana tersebut disalurkan pada anak yatim dan warga kurang beruntung yang ditemukan oleh Tim Berbagi kasih Portal Madura.

“Ayo siapa lagi, dan kapan lagi jika tidak sekarang peduli dengan mereka”.

Aksi Hari ke-8

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.