Kenali Ciri-ciri Anemia pada Remaja

Kenali Ciri-ciri Penyakit Anemia pada Remaja
Ilustrasi (halodoc.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Kurang darah atau anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik.

Ciri-ciri anemia pada remaja tidak begitu berbeda dengan gejala anemia yang umum terjadi. Namun, tentunya ada beberapa gejala yang membedakan anemia pada remaja dan jenis anemia lainnya.

Anemia pada remaja ini lebih sering dialami oleh perempuan. Hal ini terjadi karena perempuan membutuhkan asupan zat besi yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.

Pada perempuan, asupan zat besi tidak hanya digunakan untuk mendukung pertumbuhan, tetapi juga digunakan untuk mengganti zat besi yang hilang melalui darah yang keluar saat mengalami menstruasi setiap bulan.

Ciri-ciri  Anemia pada Remaja

Karena itulah perempuan berisiko mengalami kekurangan zat besi, yang nantinya dapat berkembang menjadi anemia. Dilansir dari laman Gooddoctor.Co.Id, Selasa (18/8/2020), berikut ini ciri-ciri anemia pada remaja yang perlu Anda ketahui.

Cepat Lelah

Ciri-ciri ini adalah ciri umum yang sering terjadi apabila tubuh mengalami kurang darah. Hal ini terjadi karena sel darah merah tidak dapat menyalurkan darah ke seluruh tubuh secara maksimal, namun kekurangan darah tidak bisa hanya dipastikan dengan mudah lelah, kelelahan bisa terjadi karena banyak faktor.

Sering Pusing

Biasanya saat Anda mengalami kurang darah, Anda akan merasa pusing seperti terasa berputar yang muncul tiba-tiba bisa menjadi gejala anemia. Penyebabnya pun sama, yaitu karena tubuh kekurangan persediaan hemoglobin.

Menurunnya jumlah sel darah yang ada akan mengakibatkan jumlah oksigen yang mengalir pada tubuh berkurang dan mengganggu fungsi organ-organ tubuh.

Kulit Pucat

Setiap orang sakit pasti akan terlihat pucat, begitu juga dengan penderita penyakit anemia. Hal ini terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan konsumsi oksigen yang cukup, dapat menyebabkan kulit berubah menjadi pucat, kulit yang sering terlihat pucat tidak hanya pada wajah. Biasanya sering terjadi pada tangan, kelopak mata bagian bawah dan lidah.

Sesak Napas

Penderita anemia juga akan mengalami sesak napas. Hal ini terjadi karena kurangnya kadar hemoglobin di dalam darah mengakibatkan pasokan oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini membuat otot tidak mendapat cukup oksigen untuk bisa melakukan aktivitas normal sehari-hari, seperti berjalan, naik turun tangga, hingga saat berolahraga ringan.

Detak Jantung Berdebar

Saat seseorang mengalami anemia, jantung dapat berdetak lebih cepat dan kencang dari biasanya karena tubuh kekurangan hemoglobin. Minimnya sediaan hemoglobin kemudian membuat jantung harus bekerja ekstra keras untuk mengalirkan darah beroksigen.

Sulit untuk Konsentrasi

Kurangnya hemoglobin tidak hanya memengaruhi produksi sel darah merah dan pengiriman oksigen ke organ tubuh, otot, dan jaringan tubuh saja.

Jika hemoglobin yang kurang dapat memengaruhi suasana hati, tingkat energi, dan kemampuan dalam konsentrasi dan membuat keputusan.

Tangan dan Kaki Menjadi Dingin

Hal ini terjadi karena ketika mengalami anemia defisiensi zat besi dapat membuat tangan dan kaki terasa dingin. Hal ini disebabkan karena minimnya suplai oksigen yang dialirkan dari jantung menuju kedua bagian tersebut.

Kram Kaki

Kram kaki biasanya terjadi ketika Anda sedang melakukan aktivitas fisik. Jika terjadi pada seseorang yang mengalami anemia ringan, gejala ini sering kali dianggap biasa, karena merasa masih bisa berjalan, berlari, atau berdiri dalam waktu lama.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.