oleh

Covid-19 Belum Berakhir, Pengelola Hotel Sumenep Kurangi Hari Kerja Karyawan

PortalMadura.Com, Sumenep – Pengelola hotel di Sumenep, Jawa Timur, mengurangi hari kerja karyawan sebagai dampak turunnya tingkat hunian kamar (Okupansi) selama pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Ini langkah yang harus kami lakukan, karena kami tak ingin ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Ini tindakan terpaksa yang harus dilakukan oleh kami,” kata Manajer Hotel Kaberaz Luxury Sumenep, Saiful di Sumenep, Ahad (31/5/2020).

iklan pilbup

Hotel Kaberaz Luxury merupakan salah satu hotel baru di Sumenep yang beroperasi sejak Desember 2019.

Sejak beroperasi hingga pertengahan Maret 2020 atau awal masa pandemi Covid-19, okupansi di Hotel Kaberaz Luxury sekitar 30 persen dari 51 kamar.

Bahkan, pada Maret 2020 atau tiga bulan berjalan sejak beroperasi, tingkat hunian kamar di hotel tersebut dalam tren meningkat seiring dengan banyaknya permintaan penggunaan kamar.

Namun, sejak pandemi Covid-19 itu, okupansi turun yang membuat target minimal pendapatan akhirnya tak tercapai.

Kondisi tersebut yang membuat pengelola Hotel Kaberaz Luxury terpaksa membuat kebijakan baru terhadap karyawan.

“Kami tidak ingin ada PHK. Namun, di sisi lain, angka pendapatan menurun. Kami akhirnya memutuskan untuk mengurangi hari kerja karyawan yang biasanya 24-25 hari per bulan menjadi 14 hari,” kata Saiful, menerangkan.

Sementara Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumenep, M Yusly menjelaskan, sebagian besar hotel masih beroperasi pada masa pandemi Covid-19.

Namun, tingkat hunian kamar di semua hotel memang turun drastis selama masa pandemi Covid-19 yang berarti pendapatan hotel juga anjlok.

“Pengelola hotel pasti memperhatikan nasib karyawan dan secara bersamaan kondisi keuangannya. Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan semuanya kembali berjalan normal,” katanya.

Ia membenarkan sebagian pengelola hotel di Sumenep mengurangi hari kerja karyawan sebagai bentuk perhatian bagi karyawannya sekaligus mencegah adanya PHK.

“Ini masa sulit bagi semuanya, bukan hanya kami di sektor perhotelan. Selama yang bersangkutan berkenan, pengurangan hari kerja bagi karyawan memang solusi agar tak ada PHK,” ujarnya, menambahkan. (*)

Penulis : Slamet HD
Editor : Lisa Mana L
Tirto.ID
Loading...

Komentar