Cuaca Ekstrem Terjang Sumenep, Ratusan Rumah Warga dilaporkan Rusak*

Avatar of PortalMadura.com
Cuaca Ekstrem Terjang Sumenep, Ratusan Rumah Warga dilaporkan Rusak*
Cuaca Ekstrem Terjang Sumenep, Ratusan Rumah Warga dilaporkan Rusak*

PortalMadura.comCuaca ekstrem melanda Kabupaten Sumenep, Kamis, 1 Januari 2026. Hujan lebat disertai angin kencang, bahkan puting beliung, menyebabkan kerusakan bangunan, pohon tumbang, hingga warga terluka di sejumlah wilayah. Sedikitnya empat kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Pragaan, Kecamatan Bluto, Kecamatan Kota Sumenep, dan Kecamatan Guluk-Guluk.

 

Dampak terparah terjadi di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan. Berdasarkan data pemerintah desa setempat, sebanyak 178 bangunan warga mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat. Kerusakan umumnya disebabkan terjangan angin puting beliung dan tertimpa pohon tumbang.

 

Sementara itu, insiden terpisah terjadi di Dusun Jurgeng, Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto. Sebuah pohon berdiameter besar tumbang dan menimpa rumah warga. Selain merusak bangunan rumah, pohon tersebut juga menimpa satu unit mobil dan lima sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi.

 

Akibat kejadian itu, dua rumah warga mengalami kerusakan cukup parah. Peristiwa tersebut juga menyebabkan lima orang warga mengalami luka-luka. Satu korban dilaporkan mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara empat korban lainnya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di puskesmas setempat.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sumenep, Ach Laily Maulidi, mengatakan, mayoritas kerusakan dipicu oleh kombinasi hujan intensitas tinggi dan angin kencang.

 

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi dalam beberapa pekan ke depan.

 

“Kami menghimbau agar masyarakat selalu memeriksa kondisi sekitar rumah. Ketika memang ada pohon yang sekiranya membahayakan, untuk segera dilakukan penebangan,” ujar Ach Laily Maulidi.

 

Menurutnya, langkah pencegahan tersebut penting untuk mengantisipasi kerusakan akibat pohon tumbang. Warga juga diminta memeriksa kondisi rumah, terutama bagian bangunan yang sudah lapuk, agar segera diperbaiki.

 

“Kami berharap masyarakat juga dapat mengaktifkan kembali kegiatan gotong royong, menjaga dan membersihkan saluran air,” tambahnya, guna mengurangi risiko banjir saat hujan lebat.

 

Sementara itu, menurut perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bulan Januari hingga Februari merupakan puncak musim penghujan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kejadian hujan lebat, angin kencang, hingga puting beliung di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Madura dan Jawa Timur bagian timur.

 

BPBD Kabupaten Sumenep bersama unsur pemerintah daerah dan relawan telah melakukan pembersihan material pohon tumbang, melakukan asesmen kerusakan, serta pemantauan kondisi warga terdampak, khususnya di Desa Karduluk dan Desa Pakandangan Tengah. Bantuan logistik darurat juga telah disalurkan kepada warga terdampak.

 

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang, serta segera melapor ke aparat desa atau petugas kebencanaan apabila menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses