oleh

Dampak Covid-19, Sulitnya KBM via Daring di Pedesaan Pulau Madura

PortalMadura.Com, Bangkalan – Hampir sepekan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah menggunakan sistem daring (online) di pulau garam Madura.

Tepatnya sejak Senin (16/3/2020) setelah Pemprov Jatim menghimbau agar KBM siswa dilakukan jarak jauh dari rumah masing-masing.

Hal ini diberlakukan untuk mencegah wabah virus corona (Covid-19).

Kebijakan tersebut juga diikuti oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan.

Salah seorang guru SDN 4 Keleyan, Kecamatan Socah, Bangkalan, Amimah Lailatul Nur Faidah menyampaikan, KBM via daring adalah sebuah tantangan dan dirasa kurang efektif.

“Kita kurang siap dengan itu. Belum ada sistem baku tentang proses KBM secara daring,” katanya, Jumat (20/3/2020).

Sekolah yang berlokasi di desa akan banyak tantangan, misalnya, tidak semua peserta didik memiliki gadget dan jaringan internet yang memadai untuk daring.

“Saya kurang tahu kalau di sekolah perkotaan, tapi disini (desa, red) ya seperti itu. Jadi, ya kita imbau ke wali murid agar benar-benar melakukan pendampingan belajar di rumah,” ujar alumnus Magister Universitas Dr. Soetomo Surabaya itu.

Amimah mengatakan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, dirinya intens berkoordinasi dengan wali murid. “Komunikasi ke wali murid supaya peserta didik bisa terpantau,” katanya.

Hal senada diungkapkan salah seorang guru SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, Asmir Royhan.

KBM dengan cara daring banyak tantangannya. “Dari guru maupun siswa ada beberapa penyesuaian, karena bisa jadi ini hal yang cukup baru,” ucapnya.

Ditanya terkait kendalanya, Asmir mengungkapkan ada beberapa kendala dalam proses KBM daring.

“Seperti media atau platform yang digunakan, atau perangkat yang mendukung, dan jaringan internet misalnya,” kata pria asal Kecamatan Burneh ini.(*)

Penulis : Ubay NA
Editor : Nurul Hijriyah
Tirto.ID
Loading...

Komentar