oleh

Dampak Kekeringan, Warga Sumenep Butuh Suplai Air Bersih

PortalMadura.Com, Sumenep – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Abd Rahman Readi mengatakan, 57 desa yang mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun 2017 ini masih terus membutuhkan suplai air bersih. Sebab, kebutuhan warga masih belum terpenuhi.

“Kami terus melakukan suplai air bersih ke sejumlah desa yang mengalami kekeringan,” kata Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Readi, Rabu (25/10/2017).

iklan pilbup

Pada tahun-tahun sebelumnya, hanya ada 37 desa yang masuk kategori kekeringan. Namun hingga saat ini ada penambahan hingga mencapai 57 desa yang membutuhkan air bersih. Dari puluhan desa itu, ada yang masuk kategori kering kritis dan kering langka.

Daerah dikategorikan kering kritis apabila jumlah ketersediaan air di suatu desa kurang dari 10 liter per orang per hari. Kemudian jarak sumber air bersih lebih dari 3 km. Sedangkan sebuah daerah dikategorikan kering langka apabila jumlah ketersediaan air di suatu desa berkisar 10-30 liter per orang per hari, dan jarak ke sumber air bersih kurang dari 3 km.

“Kami terus akan memenuhi kebutuhan warga terhadap air bersih itu hingga kebutuhan air sudah terpenuhi,” ucapnya.

Sesuai prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, hujan akan turun pada awal bulan November dan pada akhir Oktober ini musim kemarau akan berakhir.

“Kalau warga masih membutuhkan air bersih maka kami akan terus mendistribusikan. Kebutuhan air ini harus terpenuhi karena air merupakan kebutuhan hidup warga,” tukasnya. (Arifin/Putri)


Tirto.ID
Loading...

Komentar