oleh

Dana TPAPD Tak Cair, Perangkat Desa Segel Balai & Mogok Kerja

PortalMadura.Com, Sumenep – Sejumlah perangkat Desa Kebunagung, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur melakukan aksi mogok kerja dan menutup Balai Desa sebagai bentuk protes terhadap Kecamatan dan Pemkab setempat.

Penutupan Balai Desa itu merupakan bentuk protes dari perangkat desa karena Tunjangan Penghasilan Aparatur Perangkat Desa (TPAPD) tidak cair sejak awal Januari 2014.

“Kami lakukan ini sebagai bentuk protes kami terhadap pemerintah, karena dana TPAPD tahun ini tidak dicairkan,” kata Abdul Hadi, Kepala Desa Kebunangung, usai memimpin penutupan kantor desa, Jum’at (27/6/2014).

Selain menyegel Balai Desa, puluhan perangkat desa itu memasang sejumlah poster di dinding dan jendela Balai Desa dengan tulisan bernada Kecaman dan protes.

“Kami bersama rekan perangkat desa sengaja mogok kerja dan menyegel Balai Desa ini karena selama dua termin yakni enam bulan hak kami dari TPAPD tidak dipenuhi,” ungkapnya.

iklan hari santri

Dia memaparkan, pihaknya bersama perangkat desa akan terus menutup Balai Desa, bahkan menghentikan pelayanan, hingga dana TPAPD selama enam bulan itu dicairkan.

“Kami akan menutup pelayanan hingga pemkab mencairkan dana TPAPD ini,”urainya mengancam.

Sementara itu, Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Kebunagung, Sunarto Winata mendukung aksi protes perangkat Desa Kebunagung karena TPAD merupakan hak apatur Desa.

“Kami minta Bupati dan Camat segera merealisasi TPAD itu, sehingga pelayanan kepada masyarakat normal kembali,” pinta Sunarto.

Sedangkan besaran tunjangan perangkat Desa per bulannya variatif, yakni Kepala Desa Rp 900 ribu per bulan, Kepala Dusun dan Kaur Rp 500 ribu per bulan, sedangkan BPD antara 139 ribuĀ  hingga Rp 250 ribu per bulan. (arif/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.