Dari Bangunan Reyot Ini, “Aku Diajarkan Akhlak Mulia”

  • Bagikan
Madrasah Diniyyah MD Anwarul Khoirot
Madrasah Diniyyah (MD) 'Anwarul Khoirot'

PortalMadura.Com – Sepintas bangunan ini hanya terlihat seperti sebuah gubuk reyot yang tidak layak huni. Bangunan ini jauh dari kata mewah nan megah.

Bahkan kalau diperhatikan, bangunan ini nyaris roboh membahayakan orang yang berada di bawah atapnya.

Namun sebenarnya bangunan ini bukanlah gubuk reyot seperti yang saya bayangkan. Tapi sebuah surau yang ditempati oleh anak-anak dan remaja warga Kampung Sumber Kuning, Desa/Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, untuk menimba ilmu agama Islam.

Meski terlihat nyaris roboh, warga setempat banyak menaruh harapan kelak melalui surau ini anak-anak mereka mendapat pendidikan agama Islam.

Bagi penduduk setempat, pendidikan agama dinilai penting digalakkan. Karena bagi mereka, hanya melalui pendidikan agama akhlak atau karakter anak mereka bisa dibangun dan dibenahi. Selain itu kata mereka, hanya penunjang semata.

Ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), sehabis pulang sekolah saya oleh orang tua disuruh cepat-cepat mandi. Setelah mandi disuruh salat Zuhur, makan kemudian berangkat ke bangunan yang nyaris roboh tersebut.

Saya pun tidak boleh menolak. Jika menolak, pasti Ayah dan Ibu marah karena saya tidak mau masuk Madrasah. Meski dalam keadaan malas, lesu, lunglai dan keinginan besar untuk bermain masih melekat dalam diri saya yang masih anak ingusan, orang tua saya tidak ada capek-capeknya merobohkan alasan mendasarku. Tetap saja mereka menyuruhku masuk Madrasah setelah salat Zuhur.

Memang rumah (orang tua, red) saya tidak jauh dari bangunan reyot tersebut. Tapi untuk masuk Madrasah saja malasnya minta ampun. Tapi karena dukungan dan tekad orang tua, mau tidak mau saya harus masuk. Dengan langkah gontai, saya menuruti kemauan orang tua. Saya masuk Madrasah.

Di surau itulah, sekitar tahun 1999 saya menimba ilmu agama. Surau tersebut adalah Madrasah Diniyyah (MD) ‘Anwarul Khoirot’.

Sebenarnya, pada tahun itu sudah ada bangunan 3 lokal hasil swadaya masyarakat untuk ruang kelas. Tapi tidak cukup untuk menampung sekitar 350 siswa.

Akhirnya, surau yang nyaris roboh tersebut juga difungsikan sebagai ruang kelas untuk kelas IV, V, VI.

Seingat saya, setiap hari Rabu, siswa MD Anwarul Khoirot berkumpul untuk ngaji bersama menggunakan sistem sorogan kepada pengasuh Madrasah bertempat di langgar atau surau tersebut.

Waktu itu, kitab yang dikaji adalah Bidayatu al-Hidayah karya Imam Al Ghazali. Semua siswa ngaji bareng waktu itu. Termasuk saya.

Waktu itu, sejak MD Anwarul Khoirot didirikan pada tahun 1983 di Kampung Sumber Kuning, Desa/Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, tidak sedikit anak didik dari luar desa menimba ilmu di Langgar atau Madrasah tersebut. Seperti dari desa Kotah dan Kalangan Praoh misalnya.

Meski jarak tempuh antara rumah anak didik dengan Madrasah nyaris lebih dari satu kilo meter, semangat anak-anak untuk menimba ilmu agama luar biasa. Itu terlihat dari banyaknya siswa yang berasal dari luar desa.

Kini, surau atau langgar tersebut sudah tidak bisa saya temukan lagi. Pada tahun 2004, langgar tersebut sudah tidak digunakan lagi untuk kegiatan belajar mengajar karena kerusakannya sudah terlalu parah.

Tiang penyangga mulai rapuh. Disamping faktor usia, rayap pun tiada henti mengkikisnya secara perlahan. Genting mulai bocor dan kayu-kayunya lapuk.

Saat ini, langgar di MD Anwarul Khoirot yang menurut ceritanya merupakan peninggalan nenek moyang sudah tidak bisa saya pandang lagi. Bangunan itu tidak ada. Hanya tinggal lahan kosong tempat kaki bangunan itu berdiri.

Namun, meski bangunan itu telah tiada, ilmu yang saya dapat melalui langgar tersebut, Insya Allah akan tetap bersemayam dalam hati ini. Begitu pula dengan teman sebayaku yang juga pernah menimba ilmu di MD Anwarul Khoirot. Dan juga para alumninya.

Jika ada yang tanya berapa harga langgar reyot tersebut?. Jawablah, setinggi apapun tawaran Anda, selamanya tidak akan pernah ada nilainya dibanding jasa guru dan langgar tersebut. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam. (kiriman Muxls Handsome)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.