oleh

Dari Budi Daya Lele, WMS Kembangkan Cendol Lele & Pentol Lele

PortalMadura.Com, Sumenep – Wirausaha Muda Sumenep (WMS) terus berkreasi. Salah satunya dengan membudidaya ikan lele yang sudah melayani kebutuhan banyak konsumen di daerahnya.

Program pemerintahan A Busyro Karim – Achmad Fauzi ini juga mulai mengembangkan pada cendol lele dan pentol berbahan lele dari hasil budi daya lele yang dilakukan sekelompok pemuda.

Pembimbing budi daya lele Wirausaha Muda Sumenep, Suharto menjelaskan, pihaknya berhasil menjual 100 kg lele dari seribu bibit ikan lele yang ditebar.

“Benih ditebar setiap dua bulan setengah. Kemudian sudah siap panen,” katanya, pada PortalMadura.Com, Rabu (18/12/2019).

Untuk menghasilkan lele yang berkualitas dan sesuai dengan selera konsumen, pihaknya sangat memerhatikan benih dan pakan lele.

Ia pun memastikan jika pakan lele dari bahan-bahan alami, seperti campuran jagung dan daun moringa (kelor).

“Pakan tidak pakai ayam tiren seperti di luaran sana. Ini untuk menjamin kualitas dan memastikan tetap alami,” katanya.

Meski begitu, pihaknya tetap menjamin harga tidak mahal. “Harga bersaing la, lebih murah pastinya, tapi tetap berkualitas sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ucapnya.

Sebagai wujud pengembangan usaha, bersama dengan 13 orang binaannya sedang menggarap pentol lele dan cendol lele. “Ini kreasi kita agar tidak hanya membudidaya lele,” jelasnya.

Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan pasar, ke depan tidak hanya akan menjual hasil budi daya lele, tetapi juga sudah merencanakan menjual bibit ikan lele.

“Kita juga ingin menjual bibit. Permintaan pasar sangat tinggi, termasuk dari Pamekasan. Kita memang harus kreatif dan mampu mencari peluang pengembangan usaha,” pungkasnya.(*)

Penulis : Nanik Dwi Jayanti
Editor : Putri Kuzaifah

Komentar