Debut Luis Carlos Junior Bersama di Ujung Tanduk

  • Bagikan
Tiga Hari Lagi, Madura United Gelar Latihan
dok. Pemain FC

PortalMadura.Com, Pamekasan – Manajemen FC tengah mengevaluasi lini depan timnya seiring tidak produktifnya di ajang turnamen Piala Presiden beberapa waktu lalu.

Presiden , Achsanul Qosasi mengatakan, striker yang dimiliki sekarang selalu membuat kesalahan, padahal seorang target man harus bisa mencetak gol setelah menerima umpan dari pemain lain.

“Empat kali, lima kali dan enam kali proses, begitu bola dikirim ke striker, strikernya selalu salah. Ya, salah balik badan, salah ngontrol kemudian salah passing, ini kan standart,” tegasnya, Selasa (28/2/2017).

Ia menengarai, tipikal permainan yang cepat dengan komposisi pemain berkualitas tidak cocok dengan striker tersebut. Namun, AQ (panggilan Achsanul Qosasi) tidak menyebut striker dimaksud, hanya saja menyebut mantan striker Barito Putra.

Sementara, penyerang Barito Putra yang berlabuh ke tahun ini adalah Luis Carlos Junior. Pemain asal Brasil ini sampai sekarang belum menunjukkan kualitasnya kepada publik sepakbola Madura. Padahal, musim lalu dia mencetak 17 gol untuk mantan klubnya tersebut.

“Sehingga tiga orang di belakangnya itu kadang-kadang merasa tidak percaya lagi, kemarin ini berkali-kali selalu salah. Ya, mungkin cocok main dengan style yang tidak menyerang cepat seperti ini, Madura mainnya cepat, kayaknya dia tidak bisa ngimbangi,” tandasnya.

Berdasarkan diskusi dengan pemain asal Brasil tersebut, selama berbaju Barito Putra dia mengaku menjadi target man atau tumpuan bola dari pemain lain, sementara di kualitas semua pemainnya di atas rata-rata.

“Itu yang membuat dia tidak pede kalau saya lihat dari kalimatnya, karena tidak bisa ngimbangi cara main kita,” terangnya.

Namun demikian, manajemen belum memiliki incaran pengganti striker tersebut. Tetapi, dirinya sudah mengirim sejumlah video pemain kepada tim pelatih untuk dipertimbangkan agar bisa menjadi penggantinya.

“Ya, dilepas nanti. Mungkin ada klub lain yang berminat bisa dibarter lah. Tinggal ganti DP kita. Saya inginnya kalau memang baru, ya baru tidak ada di Indonesia,” pungkasnya. (Marzukiy/har)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.