oleh

Demo Mahasiswa Pamekasan Ricuh, Kontributor CNN Dilarikan ke Rumah Sakit

PortalMadura.Com, Pamekasan – Aksi mahasiswa Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang menentang terhadap revisi UU KPK dan RUU lainnya berakhir ricuh, Jumat (27/9/2019).

Petugas kepolisian setempat akhirnya membubarkan massa pendemo dengan cara melepaskan water canon dan disusul dengan gas air mata.

Nahas, salah seorang kontributor CNN yang bertugas di wilayah Madura, Nurus Solehen (26), terkena semburan gas air mata saat melakukan liputan aksi.

Ia pun harus dilarikan ke RSUD Slamet Martodirjo Pamekasan, Madura.

“Teman kami merekam jalannya aksi. Ternyata terkena semprotan gas air mata dua kali. Ia sempat terkapar,” kata wartawan lain, Kuswanto Ferdian.

Ia menyebutkan, korban sempat mengalami kejang-kejang akibat tidak kuat menahan sakit.

“Saat terkena semprotan pertama gas air mata Nurus langsung mundur, tapi kemudian terkena lagi,” terangnya.

Sementara, Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo mengatakan, tindakan pengamanan terhadap massa aksi sudah sesuai dengan prosedur.

Gas air mata diarahkan kepada peserta aksi karena sudah bertindak anarkis. Mereka melakukan pelemparan ke gedung DPRD dan ke arah petugas yang sedang melakukan pengamanan.

“Kita sudah melaksanakan sesuai SOP dan Protap yang ada,” tegasnya.

Meski sempat ricuh, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa pada aksi mahasiswa tersebut. Hanya saja, beberapa pot bunga di jalan dan fasilitas umum milik pemerintah daerah rusak.(*)

Baca Juga :

Penulis : Hasibuddin
Editor : Nurul Hijriyah
Tirto.ID
Loading...

Komentar