oleh

Dengan Nyadhar, Hidupkan Ekonomi Masyarakat

PortalMadura.Com, Sumenep – Meski perayaan “Nyadhar” dirayakan oleh warga Desa Pinggir Papas, dan Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, tapi karena lokasi perayaan nyadhar berada di Kecamatan Saronggi, Sumenep, Madura, Jawa Timur, maka masyarakat Saronggi khususnya masyarakat yang berdomisili disepanjang jalan menuju Asta Buju’ Gubang, Kampung Kolla, Desa Kebun Dadap Barat, Kecamatan Saronggi, juga kecipratan manisnya perayaan nyadhar.

Setiap perayaan nyadhar yang digelar setahun dua kali, mereka bisa berjualan sesajin, atau makanan khas, yang diperlukan untuk prosesi perayaan nyadhar tersebut. Masyarakat sekitar lokasi, terilihat menggelar dagangannya dari berbagaimacam kebutuhan nyadhar, semisal kembang kuburan (bhabur), gorengan, makanan serta buah-buahan hasil pertanian setempat.

“Tiap perayaan nyadhar masyarakat disini lumrah berjualan aneka kebutuhan nyadhar, disepanjang jalan menuju asta. Alhamdulillah hasilnya mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Buk Ju (50), warga sekitar lokasi perayaan nyadhar.

Tidak hanya masyarakat sekitar Buju’ Kubang yang kedapatan rejeki petani garam saat perayaan nyadhar. Melainkan masyarakat luar daerah juga tumpah ke area prosesi nyadhar.

Meski dagangan mereka tidak termasuk dagangan kebutuhan nyadhar, seperti mainan anak-anak, barang elektronik, serta dagangan lainnya, juga laku oleh masyarakat. Karena mereka yang datang ke lokasi nyadnar, merupakan petani garam yang baru saja habis panen garam.

“Kalau asli kami ya dari Pamekasan, tapi karena kami dengar disini akan ada perayaan nyadhar, kami berusaha datang kesini dan memasarkan dagangan ini. Siapa tahu dagangan kami laku,” kata Fadli (30), penjual mainan anak-anak, asal Pademawu, Pamekasan.

Fadli mengaku, baru kali ini memasarkan barang dagangannya pada acara nyadhar. Biasanya ia menggelar dagangannya saat ada perayaan mantenan atau kerapan sapi.

“Alhamdulillah, ternyata banyak juga yang membeli barang dagangan kami,” pungkasnya.(dien/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.