Deteksi Dini Varian Baru Covid Arcturus Berdasarkan Ciri-Ciri Gejalanya

Avatar of PortalMadura.com
Deteksi Dini Varian Baru Covid Arcturus Berdasarkan Ciri-Ciri Gejalanya
Deteksi Dini Varian Baru Covid Arcturus Berdasarkan Ciri-Ciri Gejalanya

PortalMadura.com- Indonesia sedang dihebohkan dengan penemuan varian baru Covid-19 yang dikenal sebagai varian Arcturus. Varian ini pertama kali terdeteksi di India dan sudah menyebar ke 22 negara termasuk Indonesia.

Melihat kondisi pandemi Covid-19 yang masih terus meningkat di Indonesia, masyarakat perlu mengetahui ciri-ciri gejala varian baru Covid-19 Arcturus agar dapat mendeteksinya sejak dini.

Kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir mencapai 45,7% dan kasus kematian Covid-19 juga mengalami peningkatan sebesar 44%. Selama periode 5-11 April, terdapat 4.298 kasus konfirmasi Covid-19 dan 36 kasus kematian Covid-19 dilaporkan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami gejala dari setiap varian Covid-19, termasuk varian Arcturus.

Berikut adalah ciri-ciri gejala Covid-19 dari varian Alpha, Beta, Delta, Omicron, dan terbaru varian Arcturus:

  1. Varian Alpha

Varian Alpha adalah varian pertama dari virus corona yang terdaftar sebagai variant of concern. Varian ini juga dikenal sebagai varian Inggris karena pertama kali ditemukan di Inggris pada September 2020. Gejala yang diamati selama infeksi varian Alpha adalah kedinginan, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, dan nyeri otot. Varian ini dikaitkan dengan tingkat rawat inap yang lebih tinggi di Inggris.

  1. Varian Delta

Varian Delta atau B.1.617.2 ditemukan di India pada Oktober 2020. Varian ini menjadi penyebab komplikasi paling parah selama gelombang kedua di India, di mana terjadi penurunan kadar oksigen yang cukup signifikan. Selain itu, kehilangan penciuman dan rasa juga sangat terlihat pada orang yang terinfeksi selama infeksi Covid-19 varian Delta. Oleh karena itu, sistem perawatan kesehatan di India mengalami keterbatasan pada April-Mei 2021.

  1. Varian Omicron

Varian Omicron atau B.1.1.529 adalah varian yang dominan saat ini. Ditemukan pada November 2021 di berbagai negara, gejalanya dikatakan ringan dan lebih sedikit kasus rawat inap yang terlihat sejak kemunculannya. Virus ini masih agresif, tetapi banyak ahli mengaitkan vaksinasi dengan pengurangan risiko infeksi. Gejala umum dari varian ini adalah pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri tubuh dan demam.

  1. Varian Arcturus

Varian Arcturus atau XBB 1.16 telah terdeteksi di Indonesia. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyebut, dua kasus subvarian Arcturus tersebut ditemukan di DKI Jakarta pada akhir Maret 2023 melalui pemeriksaan whole genome sequencing (WGS). Gejala dari varian ini adalah demam, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri otot, dan sakit tenggorokan.

 

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

google news icon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.