oleh

Deteksi Virus Corona, Kampus Poltera Terapkan Alat GeNose C19

PortalMadura.Com, Sampang – Kampus Politeknik Negeri Madura (Poltera) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menerapkan alat deteksi screening karakteristik pernafasan untuk mencegah kasus penularan virus corona (Covid-19) melalui GeNose C19.

Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Poltera, Mohammad Nur menjelaskan, alat GeNose C19 dapat mengumpulkan 100 sampel nafas orang yang diduga terpapar atau terinfeksi Covid-19.

“Alat ini, dapat bekerja untuk mendeteksi dugaan virus corona dengan cara setiap orang diminta untuk meniup kantong plastik melalui pernafasan,” terangnya, Kamis (10/6/2021).

Menurutnya, pernafasan yang masuk ke dalam kantong plastik dimasukkan pada alat penyaring (hepa) untuk mendeteksi jenis pernafasan. Kemudian, bisa muncul enam warna, yakni hijau, kuning, merah, orange, biru, merah muda, dan hitam.

Setiap warna tersebut, lanjut Nur, dapat membaca karakteristik pernafasan orang yang dideteksi dengan mengeluarkan angka 0.50 sampai 0.60 dan dinyatakan negatif Covid-19.

“Hasil penelitian profesor ahli kimia, bila keluar angka 0.60 keatas, maka pasein dinyatakan positif terpapar virus corona. Sebaliknya, dari angka 0.50 sampai 0.60 dinyatakan negatif,” terangnya.

Tingkat sensitif terhadap karakter udara yang dikeluarkan dari setiap orang mencapai 92 sampai 95%. “Terbukti melalui surat edaran dari Kementerian Kesehatan telah merekomendasikan GeNose sebagai alat deteksi virus corona,” lanjutnya.

Kelebihan pada alat GeNose, Nur menyebutkan, alat lebih nyaman dan tidak menimbulkan rasa sakit terhadap orang yang menggunakan, dan berbeda dengan alat deteksi virus corona yang lain, misal rapid tes.

Namun, ada harga pada kantong plastik GeNose yang digunakan untuk pernafasan orang pada kepentingan mendeteksi penularan virus corona. Yaitu, Rp20 ribu sampai Rp25 ribu.

“Hasil deteksi cepat keluar, paling lama skitar tiga menit. Jadi, Poltera menerapkan alat GeNose C19 karena ada beberapa keunggulan,” pungkasnya.(*)

Penulis : Rafi
Editor : Fianolita Purnaningtias

Komentar