oleh

Dewan Berang Banyak Lahan SD di Sumenep Bermasalah

PortalMadura.Com, Sumenep – Banyaknya lahan sekolah dasar (SD) yang masih bermasalah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mendapat atensi khusus dari DPRD setempat.

Sejak awal, pihak DPRD Sumenep sudah mewanti-wanti Dinas Pendidikan (Disdik), agar segera menyelesaikan persoalan  sengketa lahan SD.

Faktanya, kasus tersebut masih terus muncul dan berujung pada penyegelan lembaga pendidikan, sehingga, kegiatan belajar mengajar (KBM) digelar di teras rumah warga.

“Kami sudah wanti-wanti Disdik agar secepatnya menyelesaikan persolan lahan SD bermasalah, tapi kenyataannya masalah itu masih terus muncul dan berujung pada penyegelan, terus kapan pendidikan di Sumenep akan maju jika sering muncul masalah di lembaga pendidikan,” tegas Jubriyanto, anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Selasa (9/6/2015).

Menurutnya, persolan sengketa lahan SD di Sumenep sudah menjadi persolan yang kompleks, yang harus segera diselesaikan. Jika tidak, akan mengancam keberlangsungan KBM di Sumenep.

“Persoalan sengketa lahan sekolah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena efeknya pada anak-anak didik kita, mereka tidak akan tenang menuntut ilmu, jika mereka sering diusir oleh pemilik lahan,” sesalnya.

Oleh karenanya, anggota DPRD Sumenep dari Dapil 3 tersebut berharap Dinas pendidikan secepatnya mengatasi persolan lahan sengketa.

Berdasarkan data yang ada di Dinas pendidikan Sumenep, lahan SD bermasalah yang ada di daerah tersebut, mencapai 45 sekolah.

Dari 45 sekolah yang lahannya bermasalah itu, sudah ada 31 sekolah yang persoalan lahannya berhasil diselesaikan oleh Disdik. Tinggal 14 sekolah yang perlu penanganan serius.

“Yang bermasalah sejak tahun 2009 hingga 2013, sudah 31 lahan sekolah yang berhasil kami selesaikan, jadi sisanya sekarang tinggal 14 sekolah,” kata Kadarisman, Sekretaris Dinas Pendidikan Sumenep.

Pihaknya berjanji akan secepatnya mengatasi persolan ganti rugi lahan SD yang masih tersisa. Sehingga persolan sengketa lahan SD tidak selalu menjadi treding topik di berbagai media, yang efeknya kurang baik bagi Disdik.

“Insya-Allah dalam waktu dekat persolan sengketa lahan bisa segera kami selesaikan, karena  kami tidak ingin selalu menjadi bahan pergunjingan terkait sengketa lahan SD,” pungkasnya.(udin/choir)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.