oleh

Di Tengah Pandemi Corona, Produksi Beras di Sumenep Surplus 44.833 Ton

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus bertekad mewujudkan para petani padi berjaya meskipun dihadapkan pada masa sulit dengan mewabahnya virus corona.

Hal ini dibuktikan dengan segala usaha yang dilakukan pemerintah daerah hingga produksi beras mengalami surplus.

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menyebutkan, ketersediaan beras periode bulan Januari sampai Mei tahun 2020 sangat mengembirakan hingga surplus sebesar 44.833 ton.

“Itu dengan prediksi konsumsi beras sebesar 81,6 kilogram per kapita per tahun, dengan ketersediaan beras sebesar 91.028 ton dari kebutuhan sebesar 46.195 ton,” katanya, Jumat (19/6/2020), pada kegiatan “Gerakan Percepatan Tanam Padi Pada Musim Kemarau” di Jl. Jokotole, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Sumenep.

Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan, Sumenep memiliki luas lahan pada sektor pertanian (lahan sawah) sebesar 25.681,69 hektare dan bukan sawah 117.341 hektare.

Lahan produktif itu berpotensi untuk pertanian padi, jagung kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ketela pohon dan ketela rambat.

Untuk lahan padi memiliki produktivitas semakin meningkat dari tahun ketahun. Misalnya, pada bulan Oktober – Maret 2018/2019 seluas 27.412 hektare. Dan unutuk periode yang sama, Oktober – Maret 2019/2020 mencapai 30.935 hektare.

“Sehingga ada kenaikan luas tanam dan surplus seluas 3.523 hektare dibanding tahun sebelumnya,” ucapnya.

Pada periode April – September 2020 hingga pekan kedua bulan Juni 2020 juga mengalami surplus seluas 313 hektare.

“Jadi, Sumenep sudah berkontribusi di Jawa Timur untuk Luas Tambah Tanam (LTT) seluas 3.836 hektare sampai dengan pekan kedua bulan Juni ini,” ungkapnya.

Pihaknya menyampaikan, peningkatan produksi tanaman pangan perlu terus ditingkatkan, baik kualitas maupun kuantitas, mengingat kebutuhan pangan dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan signifikan.

Untuk pencapaian produksi pangan di Sumenep, kata dia, pihak pemerintah daerah sudah menempuh beberapa strategi, antara lain, pengembangan sarana dan prasarana, peningkatan produksi melalui pemilihan benih unggul, penggunaan pupuk dan teknologi, perluasan areal tanam, pengamanan dan pengelolaan produksi.

“Termasuk pengolahan lahan dan pemasaran serta penguatan kelembagaan sektor pertanian,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Ir. Hadi Sulistyo menyambut baik usaha yang dilakukan pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap peningkatan produksi padi.

Bahkan, potensi jagung dinilianya sangat bagus. “Potensi lahan tanaman padi dan jagung di Sumenep ini sangat baik. Maka perlu segerakan menanam lebih awal agar hasil produksi di Jawa Timur tidak kosong,” katanya.

Ia memprediksi, secara kumulatif di Jawa Timur akan surplus 2,1 juta ton padi hingga Desember 2020. Saat ini, pemprov Jatim fokus pada produksi. “Sumenep ini menjadi contoh baik dalam percepatan menanam lebih awal,” ujarnya.

Kegiatan “Gerakan Percepatan Tanam Padi Pada Musim Kemarau” tahun 2020 ini diprakarsai Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Kehutanan Kabupaten Sumenep.

Hadir, pada acara tersebut selain Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Ir. Hadi Sulistyo juga Forkopimda Sumenep.(*)

Penulis : Taufikurrahman
Editor : Raudatul Fitrah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.