Diduga KDRT Pakai “Bogem Mentah”, Pipi Kiri Ibu Paruh Baya Bengkak

  • Bagikan
Korban KDRT

PortalMadura.Com, Sumenep – Seorang ibu paruh baya, Mutmaina, warga Desa Jungkat, Kecamatan Ra’as, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur harus menjalani perawatan medis di Puskesmas setempat.

Korban mengalami luka memar dan bengkak pada pipi kirinya akibat “hadia bogem mentah” dari suaminya, Zainal (60), warga Desa Brakas, Kecamatan Ra’as, Kabupaten Sumenep. Dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu, terjadi di salah satu warung milik warga Desa Brakas, Kamis (6/7/2017).

Pihak kepolisian menyebutkan, hubungan korban dengan suaminya kurang harmonis dan sudah pisah ranjang.Terbukti, dua bulan sebelumnya, pihak suami telah mengajukan cerai. Tapi, belum ada proses persidangan.

“Korban dan pelaku sempat bertemu di salah satu warung. Kala itu, korban bertanya tentang sepeda motor yang diambil pelaku dini hari tadi,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi.

Namun, pelaku tidak terima dan marah-marah hingga memukul muka korban berkali-kili menggunakan tangan kosog. Akibatnya, pipi korban memar dan bengkak.

Peristiwa tersebut sampai pada telinga bapak korban, Padlilah, yang diberi tahu oleh aparat Desa Jungkat. Ia pun bergegas menuju Puskesmas Raas dan melaporkan kasus tersebut pada Polsek Raas.

“Berdasarkan laporan itu, anggota bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara dan memintakan VER korban,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan petugas berupa kursi plastik dalam kondisi patah yang diduga kuat rusak akibat peristiwa tersebut. “Kasus ini dalam proses penyidikan dengan memeriksa saksi-saksi,” katanya.

Kasus tersebut melanggar pasal 44 ayat (1) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).(Hartono)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.