Digerebek Warga, Oknum Satpol PP Diduga Selingkuh Lanjut ke Inspektorat

Avatar of PortalMadura.com
Digerebek Warga, Oknum Satpol PP Diduga Selingkuh Lanjut ke Inspektorat
Ilustrasi (NET)

PortalMadura.Com, Bangkalan – Dugaan perselingkuhan oknum Satpol PP, HBC (35) berstatus aparatur sipil negara (ASN) dengan rekan kerjanya, EA (tenaga harian lepas) berlanjut ke inspektorat Bangkalan, Jawa Timur.

“Kita meminta keterangan dari yang menangani kepegawaian dari instansi terkait. Harapan kita, ingin tahu gambarangan hubungan mereka berdua di kantornya,” kata Inspektur Inspektorat Bangkalan, Joko Supriono Senin (28/6/2021).

Dugaan perselingkuhan HBC dan EA itu sempat digerebek warga, di rumah HBC pada Jumat (25/6/2021), di Perumahan Pangeranan Asri, Bangkalan.

Ia menjelaskan, mekanisme menjatuhkan sanksi kepada yang bersangkutan menunggu hasil pemerikasaan. “Nanti rekomendasinya apa, maka kita akan sampaikan kepada Kasatpol PP. Sanksi bisa dilakukan di sana [kantor Satpol PP] dengan membetuk tim,” terangnya.

Baca Juga:  Wakili Jatim, Atlet Sumenep Sumbang 4 Medali Kejurnas Atletik 2022

Bahan untuk menjatuhkan sanksi, kata dia, merujuk pada hasil pemeriksaan Inspektorat dan melaporkan pada bupati. “Nanti pak Bupati yang memberikan petunjuk, dan menentukan sanksi,” ujarnya.

Ada tiga tahap saknsi bagi ASN, di antaranya sanksi ringan, sedang dan sanksi berat. “Sanksi terberat diberhentikan secara tidak hormat sebagai ASN, namum kita belum tahu dalam kasus ini,” katanya.

Sememtara, Sekretaris Satpol PP Bangkalan, Ari Murfianto menjelaskan, pemanggilan yang dilakukan Inspektorat untuk mengetahui kronologi kejadian yang menimpa oknum anggota Satpol PP.

“Kami tentunya akan melakukan proses internal sesuai dengan mekanisme yang ada,” terangnya.

Sampai saat ini, pihaknya belum melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan, karena pemeriksaan diambil alih oleh Inspektorat. “Nanti juga ada anggota kami yang menjadi bagian tim pemeriksa,” katanya.

Baca Juga:  ABG Bunuh Bocah Niat Kuasai Perhiasan Divonis 10 Tahun

Nantinya, kata dia, akan ada rekomendasi dari tim yang terdiri dari unsur kepegaiwaian, instansi yang bersangkutan, dan Inspektorat. “Kejadian ini bukan yang pertama, maka menjadi kajian tim,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.