oleh

Diiming-imingi Bonus, Nasabah Tertipu Oknum Karyawan BRI Pamekasan Hingga Miliaran

PortalMadura.Com, Pamekasan – Salah satu oknum karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berinisial MLA diduga menggelapkan uang miliaran rupiah milik nasabah.

Juru bicara korban, Fahri Andriyansah Katili menceritakan, pelaku menawarkan lelang kendaraan kepada para korban dengan harga sangat murah. Tetapi lelang itu tidak melalui lembaga lelang, melainkan langsung dari pihak BRI.

“Korbannya sudah mencapai 23 orang, korban diiming-imingi program lelang kendaraan hingga rumah dengan harga miring,” terangnya, Kamis (1/10/2020).

Dia menerangkan, untuk mengikuti proses lelang itu para korban wajib menyetor sejumlah uang. Uang tersebut diakuinya masuk dalam program investasi, artinya uang nasabah yang masuk tidak akan berkurang sedikit pun.

Pelaku membujuk korban dengan cara menelpon, ada pula yang didatangi langsung ke rumahnya pada malam hari. Para korban terpedaya bujuk rayunya lantaran harganya sangat murah dibandingkan dengan harga di pasaran. Bahkan, barang dijanjikan akan dikirim keesokan harinya apabila korban sudah menyetor uang.

“Menariknya, kendaraan atau rumah itu bisa dijual di luaran dengan harga normal, makanya korban tertarik. Tetapi, barang yang dijanjikan tak kunjung datang, sehingga korban merasa sudah menjadi korban penipuan,” tandasnya.

Promosinya kepada korban, apabila korban menyetor uang Rp 50 juta akan menerima bonus Honda PCX, tetapi apabila setoran hanya Rp 30 juta, korban akan mendapatkan bonus, kulkas, smartphone atau AC.

iklan hari santri

Jika dikalkulasi secara keseluruhan, uang korban yang masuk kepada pelaku mencapai Rp 8,2 miliar. Bahkan, ada korban yang menyetor uang cukup banyak hingga Rp 2 miliar, yakni atas nama Akmal warga Desa Bujur Tengah Kecamatan Batumarmar.

“Ada korban yang sudah pernah menerima bonus motor yang dijanjikan pelaku. Disuruh datang ke BRI, tetapi bukan jam kerja, melainkan disuruh datang malam hari. Anehnya, kunci motornya dititipkan ke Satpam yang piket malam. Pelaku tidak menemui langsung,” terangnya.

Menurut Fahmi, korban yang merasa tertipu langsung mendatangi rumah pelaku di Desa Ceguk Kecamatan Tlanakan, namun yang bersangkutan tidak ada di rumahnya. Bahkan, ketika dihubungi melalui telpon selulernya, nomornya tidak aktif.

“Makanya kami minta pertanggungjawaban dari BRI, kami juga sudah layangkan surat kepada Polres Pamekasan,” pungkasnya.

Sementara itu, Pimpinan BRI Cabang Pamekasan, Darwis Muhammad memasrahkan sepenuhnya kepada BRI pusat untuk memberikan keterangan terkait masalah tersebut. Namun, pihaknya sudah sempat memanggil pelaku untuk mengklarifikasi persoalan itu.

“Yang bersangkutan sekarang tidak diketahui keberadaannya, dia sudah non job atau tidak memiliki jabatan apa pun di BRI sejak Februari 2019. Karena perilakunya sebagai karyawan BRI tergolong tidak baik,” jawabnya.

Darwis menjelaskan, transaksi korban dengan pelaku selama ini tidak sebagai nasabah, bahkan transaksinya tidak tercatat di BRI.(*)

Penulis : Marzukiy
Editor : Muthmainnatul Lizamah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.