Diknas Sumenep Terapkan “Safety Akhlak Go to Digital”

Bambang Irianto
dok. Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Sumenep, Bambang Irianto
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus berupaya meningkatkan kualitas siswa, baik akhlak maupun kemampuan dalam memanfaatkan digital.

Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Sumenep, Bambang Irianto mengemukakan, penerapan sistem pembelajaran digital (digital school) merupakan target yang menjadi program untuk SMP dan SD.

“Semuanya itu nanti mengarah pada digital. Artinya, di era digital ini hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin. Dan ini tentunya safety internet bagi peserta didik karena dilakukan dengan cara offline,” terangnya, Kamis (18/7/2019).

Selama ini, masyarakat masih memandang negatif terhadap era digital, padahal siswa akan lebih cerdas bila betul-betul memanfaatkan digital. “Ini kami sebut program safety akhlak go to digital,” tandasnya.

Baca Juga:  2 Anak Meninggal Tenggelam di Sungai Dam Pananggungan Guluk-guluk

Sebagai percontohan awal, sudah ada 10 SMP dan 21 SD yang siap menerapkan digital school. Bahkan, sejumlah SD mulai meminta untuk menerapkan hal serupa.

“Dan yang menarik banyak sekolah sangat antusias. Sekolah sendiri justru menawarkan untuk menerapkan juga. Misalnya, SD di kepulauan Masalembu dan Giligenting,” sebutnya.

Dengan penerapan digital school juga akan menjawab tentang penerapan zonasi dan tidak ada lagi sekolah unggulan yang selama ini hanya terpusat di kota.

“Misalnya, bisa saja guru di Kalianget membuat soal dan dijawab siswa Ambunten. Akhirnya kan tidak ada lagi siswa yang unggul hanya di satu lembaga, tapi semuanya sama,” tandasnya.

Penerapan digital school diakuinya baru ditargetkan untuk sekolah negeri, ke depannya tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan oleh sekolah swasta atau madrasah.

Baca Juga:  Seni Kriya Sebagai Unggulan, Sumenep Resmi Masuk Ekosistem Kabupaten Kreatif Indonesia

“Kita akan layani itu, bahkan kami juga mempersiapkan petugas khusus atau semacam pendamping bagi sekolah-sekolah. Mereka akan melakukan pendampingan secara maksimal,” pungkasnya.(*)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.