Dinas Kesampingkan Jasa Konsultan Lokal?

  • Bagikan
dok. Dwita Andriani
dok. Dwita Andriani

PortalMadura.Com, Sumenep – Dua asosiasi konsultan yakni Inkindo dan Askoni di Sumenep, Madura, Jawa Timur mengeluh kepala Komisi C DPRD setempat, Rabu (26/11/2014).

Mereka mempersoalkan sikap dinas yang tidak memberdayakan konsultan lokal. Dinas dinilai lebih memilih konsultan luar yang digunakan dalam setiap pekerjaan proyek fisik.

“Mereka mengeluh, karena dinas tidak melibatkan konsultan lokal setiap kegiatan proyek,” terang Wakil Ketua Komisi C, Dwita Andriani.

Dari dana jasa konsultan sebesar Rp100 miliar yang tersedia di APBD 2014, para konsultan lokal hanya bisa menikmati dana jasa konsultan sebesar Rp1 miliar.

“Jadi hanya satu persennya saja. Padahal APBD itu untuk dinikmati rakyat termasuk para penyedia jasa konsultan itu,” ujarnya.

Menurut politisi PAN ini, keluhan lain yang diterima dirinya, ada dinas yang hanya meminjam nama konsultan, sedangkan pekerjaannya dilakukan oleh dinas itu sendiri.

“Kalau itu benar, berarti dinas sudah main-main dalam pekerjaan proyek, termasuk jasa konsultannya,” tandasnya.

Ditambahkan, bagaimana pemerintah menggairahkan perekonomian masyarakat, jika anggaran jasa konsultan saja diberikan kepada orang luar.

“Ada konsultan dari luar tidak mempunyai kantor di Sumenep. Tapi mereka mendapatkan banyak proyek, ini kan aneh,” tukasnya. (arif/htn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.