oleh

Dinilai Gagal Kawal Wisata, Puluhan Mahasiswa Demo Disparbudpora Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Sumekar Raya (Mahasurya), LAKSAMUDA, dan GEMPAR, melakukan aksi demo di Kantor Dinas Parawisata Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, Kamis (19/1/1017).

Pulahan mahasiswa tersebut menuding desain obyek wisata yang begitu menawan di Sumenep tidak jelas, hal itu dinilai sebagai bentuk kegagalan Disparbudpora.

“Disparbudpora harus bertanggung jawab atas kegagalan ini,” teriak korlap aksi, Bisrie.

Mereka menuntut:

1. Design pengembangan wisata Sumenep yang tidak jelas.
2. Perencanaan program yang amburadul dan tidak fokus.
3. Tidak mampu melakukan konsolidasi gagasan dengan berbagai element terkait pengembangan wisata Sumenep.
4. Tidak mampu memediasi (membuat akur) budayawan dan seniman Sumenep sebagai corong pengembangan yang terlibat langsung untuk pengembangan wisata.
5. Tidak mampu menjalin kerjasama baik dengan masyarakat sekitar tempat wisata dan penyedia jasa kepariwisataan.
6. Tidak terbukanya akses investasi pengembangan pariwisata kepada masyarakat lokal dan bahkan menunggu investor asing yang akan mengancam kepentingan rakyat.
7. Mengabaikan penyelamatan cagar budaya sebagai destinasi wisata lain di Sumenep.
8. Tidak melakukan pemberdayaan kepada organisasi kepemudaan.
9. Tidak mampu memprakarsai lahirnya prestasi cabang olahraga unggulan di Sumenep.

“Atas dasar itulah, kami atas nama pemuda dan rakyat Sumenep agar Kepala Dinas Budparpora mundur dari jabatannya, dan merombak struktur birokrasi di internal Dinas Budparpora,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Budparpora Sufianto saat menemui para pendemo menjelaskan, dari beberapa tuntutan mahasiswa sebenarnya sudah dalam tahap proses dikerjakan untuk persiapkan kunjungan wisata 2018.

“Itu semua sudah kami lakukan. Salah satunya berkoordinasi dengan seniman dan budayawan, kami juga berkoordinasi dengan masyarakat sekitar wisata,” terangnya.

Selain itu, pihaknya mengaku sudah membentuk desa wisata, dan pokdarwis untuk memajukan wisata Sumenep.

“Semuanya butuh proses, dan kami bukannya tidak memperhatikan para pemuda. Selama ini, pemuda sudah kami libatkan untuk membantu membangun wisata,” ujarnya. (Bahri/Putri)


Komentar