oleh

DipertaKP Jatim Gelar Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal di Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DipertaKP) menggelar “Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal” di Kabupaten Sumenep, Madura, hari ini, Rabu (29/9/2021).

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, DipertaKP Pemprov Jatim, Pudjiati Ningsih mengatakan, ketahanan pangan memiliki dua hal penting. Selain ketersediaan pangan yang cukup dan merata, juga akses penduduk terhadap pangan sangat diperlukan, baik fisik maupun ekonomi.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

“Strategi ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19, salah satunya melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan lestari. Melalui pemberdayaan masyarakat untuk menyediakan pangannya secara mandiri sekaligus dapat menghemat pengeluaran,” katanya di Sumenep.

Berdasarkan kajian ekonomi, kata dia, sangat membantu ekonomi rumah tangga dalam menghemat pengeluaran Rp750 ribu hingga Rp1,2 juta/ rumah tangga/ tahun. “Maka perlu dilakukan program diversifikasi pangan non beras seperti umbi-umbian dan lainnya,” ujarnya.

Program diversifikasi pangan lokal sebagai cara kedua dalam program peningkatan ketersediaan pangan di era normal baru. Menurutnya, Kenyang tidak harus dengan nasi.

DipertaKP Jatim Gelar Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal di Sumenep
DipertaKP Jatim Gelar Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal di Sumenep (@portalmadura.com)

Pada kesempatan tersebut, juga menggelar pangan murah berkualitas. Tujuannya, kata dia, untuk membantu masyarakat Sumenep agar bisa mengakses kebutuhan pangan dengan harga di bawah pasar.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim sendiri melaksanakan gelar pangan murah berkualitas di Sumenep dengan menyediakan sejumlah komoditas. Seperti beras sebanyak 1 ton, minyak goreng 500 kg, bawang merah 250 kg, gula pasir 1.000 kg, sayur, buah dan produk olahan lainnya.

Pudjiati Ningsih menyampaikan, meskipun data BPS disebutkan, bahwa stok pangan diprediksi akan mengalami surplus hingga Desember 2021, namun bukan berarti serta merta terbebas dari ancaman krisis pangan yang bisa saja terjadi dimasa mendatang.

Diakui hingga akhir Desember 2021, ketersediaan pangan strategis di Jatim, beras surplus sebesar 2.811.598 ton, jagung surplus 2.074.201 ton, kecuali kedelai difisit 222.138 ton. “Begitu pula dengan ketersediaan daging, telur, susu dan gula di Jatim surplus,” katanya.

“Namun, gerakan diversifikasi pangan lokal dan pangan murah berkualitas seperti di Sumenep, tetap harus dilakukan,” tandasnya.

Panen Raya Jagung Nusantara

Panen Raya Jagung Nusantara

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan panen raya jagung nusantara, di Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Sumenep.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto mengaku senang karena tanaman jagung sukses dibudidaya dan dikembangkan oleh para petani Sumenep.

Selain itu, kepercayaan Pemprov Jatim dengan menempatkan kegiatan Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal di Sumenep merupakan apresiasi yang luar biasa, karena event tersebut satu-satunya di Jawa Timur.

“Gerakan diversifikasi pangan lokal ini kegiatan Pemprov Jatim dan hanya dilaksanakan di Sumenep. Kalau pelaksanaan pangan murah, di tiga lokasi. Sumenep, Tuban dan Bangkalan,” terangnya.

Pihaknya berharap, gerakan diversifikasi pangan lokal dapat berdampak positif bagi warga Sumenep demi ketersediaan kebutuhan pangan.

“Ini semua tentu demi kesejahteraan warga Sumenep,” pungkasnya.(*)

Tonton Juga: Pohon Kurma Berbuah Lebat di Desa Kolpo Batang-Batang, Sumenep

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar