oleh

Disbudparpora, “Berdayakan masyarakat melalui pengembangan wisata Pulau Gili Labak”

PortalMadura.Com, Sumenep – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur akan memberdayakan masyarakat Pulau Gili Labak melalui pengembangan pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep, Sufiyanto, mengungkapkan, dalam pengembangan sebuah lokasi wisata tidak semata-mata hanya fokus pada obyek wisata.

“Apalah artinya, mengembangkan wisata jika tidak ada dampak positif pada warga setempat, utamanya ekonomi masyarakat. Makanya, dalam pengembangan wisata Pulau Gili Labak, perlu pemberdayaan masyarakatnya dulu,” tegas Sufiyanto, Selasa (9/6/2015).

Dalam rencana pengembangan wisata Pulau Gili Labak, pihaknya akan memulai dengan program pemberdayaan masyarakat dalam rangka pengembangan wisata Pulau Gili Labak yang bekerjasama dengan Provinsi Jawa Timur.

“Program itu, kerjasama pemerintah kabupaten dengan Pemprov. Rencananya, akan dilakukan pada akhir bulan Juni ini,” terangnya.

Ia menjelaskan, bentuk programnya, selain masyarakat Pulau Gili Labak diberi pemahaman pariwisata, semisal bagaimana memperlakukan tamu atau wisatawan yang datang, juga akan dibantu dengan alat-alat yang dapat mengangkat kesejehteraan ekonomi mereka.

“Misalnya, alat membuat kerajinan khas Pulau Gili Labak, alat-alat memasak yang layak untuk para wisatawan. Nah, masyarakat disana (Pulau Gili Labak, red) akan diberi pembinaan dan pelatihan yang berkaitan dengan pariwisata, sekaligus yang menunjang terhadap ekonomi mereka,” janjinya.

Selain itu, penyelamatan terhadap keindahan Pulau Gili Labak, termasuk terumbu karang, juga bagian dari rencana pengembangan Pulau Gili Labak. “Ini, merupakan program pelestarian dan budi daya terumbu karang yang juga akan dilakukan disana,” katanya.

Menurut dia, pengembangan wisata Pulau Gili Labak, tidak bisa hanya dilakukan oleh Disbudparpora, pihaknya akan duduk bersama dengan instansi lain yang mempunyai kewenangan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan kepada para wisatawan yang datang ke Pulau Gili Labak.

“Tentu, harus ada keterlibatan pihak lain, seperti Polair, kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, dan Sahbandar. Keterlibatan semua instansi ini menjadi penting ketika kami akan berupaya mengenjot sektor pariwisata,” ungkapnya.

Untuk memudahkan koordinasi dari semua instansi tersebut, maka harus dilakukan pendataan perahu rakyat dan dilengkapi dengan kelayakan perjalanan laut yang akan membawa wisatawan ke Pulau Gili Labak, termasuk pendataan identitas para tamu yang berkunjung.

“Kami, juga akan mempersiapkan orang disetiap titik pemberangkatan perahu ke Pulau Gili Labak, sehingga para tamu benar-benar terdeteksi dan terjaga keamanan dan kenyamanan para wisatawan,” ujarnya.

Pihaknya juga akan mendata para penyedia jasa bagi traveler yang selama ini sudah banyak membantu para tamu datang ke Pulau Gili Labak.

“Jadi, penyedia jasa bagi wisatawan yang akan berkunjung tidak hanya memberangkatkan tamu ke Gili Labak, tapi juga harus menjaga dan menjamin keamanan dan kenyamanan tamu,” katanya.

Hal lain yang saat ini sedang disusun oleh Disbudparpora, adalah spot-spot wisata, rute, alat transportasi, dan biaya transportasi. “Kita akan sebar brosur itu, sehingga membantu wisatawan yang akan berkunjung ke Sumenep,” terangnya.

Sedangkan program pembangunan yang berkaitan dengan infrastruktur Pulau Gili Labak, akan digarap pada tahun anggaran 2016. “Kalau infrastruktur, seperti pelabuhan di Pulau Gili Labak, baru akan dianggarkan tahun 2016,” pungkasnya.(hartono)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.