oleh

Disdik Jatim Segera Kroscek Kebenaran Sekolah Tarik Biaya PPDB

PortalMadura.Com, Sumenep – Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur di Sumenep, Madura, akan segera kroscek lembaga pendidikan jenjang SMA yang diduga melakukan pungutan daftar ulang PPDB tahun ajaran 2019/2020.

“Kami akan kroscek kebenaran informasi itu. Kalau memang benar terjadi seperti itu, pasti akan kami tindak lanjuti,” kata Kepala Cabang Disdik Jatim di Sumenep, Sugiono Eksantoso, Jumat (28/6/2019).

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Menurutnya, dengan alasan apapun, sekolah tidak boleh melakukan penarikan biaya daftar ulang PPDB. Bahkan dengan alasan pembangunan sekolah dan pembelian seragam pun tidak boleh. Karena membentur aturan yang ada dan komitmen Gubernur Jatim, Khafifah Indar Parawansa, dengan program Gratis Berkualitas (Tistas) itu.

“Pada prinsipnya sekolah tidak boleh menjual seragam ke siswa. Siswa diberikan kebebasan untuk memperoleh seragam dan boleh beli di luar sekolah. Kalau toh sekolah menyediakan, harganya jangan sampai lebih mahal dari toko di luar,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, jika ditemukan sekolah yang melakukan penarikan biaya daftar ulang siswa, pihaknya berjanji akan meminta pihak sekolah untuk mengembalikan uang tersebut. Sekolah diperbolehkan meminta sumbangan bagi calon siswa tapi tidak boleh ada batasan minimal.

“Biarkan siswa memberikan sumbangan sesuai kemampuannya. Jangan sampai sekolah membebani orang tua siswa apa lagi mereka yang secara ekonomi kurang mampu,” tegasnya.

Baca Juga : Wali Murid Keluhkan Daftar Ulang PPDB Capai Rp 3 Juta

Sebelumnya, wali murid mengeluhkan biaya masuk sekolah di jenjang pendidikan SMA Negeri 2 Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang sangat mahal. Pasalnya, daftar ulang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 ini mencapai Rp 3 juta lebih dengan alasan pembelian paket seragam siswa dan sumbangan pembangunan gedung.

Biaya daftar ulang siswa baru yang harus dibayar itu mencapai Rp 3.055.000 untuk siswa dan Rp 3.076.000 untuk siswi. Dari Rp 3 juta lebih yang harus dibayar itu Rp 1,5 juta untuk sumbangan pembangunan musala, sedangkan sisanya untuk kebutuhan seragam.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar