oleh

Disdik Sumenep Akui Kekurangan 1.500 Guru

PortalMadura.Com, Sumenep – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, A Sadik mengaku Sumenep masih kekurangan guru sebanyak 1.500 orang, sedangkan guru yang ada sebanyak 5.250 guru. Kekurangan guru itu terjadi di beberapa jenjang pendidikan seperti Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Mayoritas kekurangan guru itu terjadi di SD, tapi untuk SMP dan SMA juga ada yang kurang,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, A Sadik, Jumat (26/8/2016).

Sadik membantah atas tudingan kekurangan guru itu disebabkan karena kurang meratanya penempatan guru atau hanya menumpuk di Kecamatan Kota.

“Karena di Kecamatan Kota saja masih kurang sebanyak 27 guru ditingkat SD, artinya bukan karena menumpuk di kota sehingga di daerah lain ada lembaga pendidikan. Kekurangan guru,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, kekurangan guru itu menyebar disemua daerah, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

“Daratan dan kepulauan sama-sama terjadi kekurangan guru,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi terjadi mandeknya proses belajar mengajar, pihaknya mengklaim telah memanfaatkan guru yang sudah ada dimasing-masing lembaga pendidikan tersebut.

“Karena kondisinya memang begitu (kekurangan guru, red) ya kami manfaatkan yang ada dulu agar proses KBM tetap berjalan,” tegasnya. (arifin/choir)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.