Disdik Sumenep Harapkan Kurikulum Darurat Masa Pandemi Terealisasi Maksimal

Avatar of PortalMadura.com
Disdik Sumenep Harapkan Kurikulum Darurat Masa Pandemi Terealisasi Maksimal
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Abdul Kadir (Foto: Taufikurrahman @portalmadura.com)

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengharapkan kurikulum darurat di masa pandemi covid-19 diterapkan secara maksimal.

”Jika maksimal, para guru dan siswa akan lebih semangat lagi dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM),” terang Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Abdul Kadir, Rabu (2/6/2021).

Kurikulum darurat di masa pandemi covid-19 sangat mendukung terhadap para siswa dan guru untuk tetap menerapkan kegiatan belajar mengajar secara maksimal.

”Maka ini perlu dimaksimalkan penerapannya di masing-masing sekolah,” terangnya.

Pihaknya menyampaikan hal itu pada saat closing workshop Kurikulum Darurat di masa Pandemi Covid-19 yang dilaksanakan Disdik Sumenep bekerja sama dengan Program INOVASI sejak awal April – Mei tahun 2021 di salah satu hotel Sumenep.

Proses implementasinya, kata dia, nantinya akan dianalisis oleh Tim Inovasi dalam bentuk timeline supaya diketahui hasilnya secara maksimal.

Baca Juga:  Pria Beranak 2 Diduga 'Rudapaksa' Siswi Kelas VI MI di Batuputih

”Nanti hasilnya akan diketahui. Apakah ada peningkatan ataupun sebaliknya. Semoga ini bisa berhasil,” ujarnya.

Maka lembaga pendidikan harus benar-benar mengimplementasikan. Dan sebaiknya dimasukkan pada Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang bisa diupayakan biaya mandiri oleh pihak sekolah.

”Karena itu merupakan hasil pemikiran buttom up dalam upaya tercapainya peningkatan kualitas pendidikan bagi anak,” katanya.

Distric Facilitator Program Inovasi Kabupaten Sumenep, Cahyadi Widi Wahyono menjelaskan, program Inovasi itu untuk mendukung upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam menjalankan kurikulum darurat.

”Dalam memfasilitasi pelaksanaan pelatihan tersebut bagi pengawas, kepala sekolah dan guru kelas jenjang SD,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.