Disebut Tak Tebus Rastra, Kades Pamolokan Sumenep Angkat Bicara

Avatar of PortalMadura.com
Disebut Tak Tebus Rastra, Kades Pamolokan Sumenep Angkat Bicara
dok. Sidak Bulog

PortalMadura.Com, – Kepala Desa , Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rachmat Ariadi, keberatan bila disebut-sebut menolak melakukan penebusan Beras Sejahtera () untuk masyarakat kurang mampu di desanya.

Dia mengaku sudah mengetahui adanya Rastra. Bahkan, sudah pernah melakukan penebusan. Hanya saja, terjadi politik kurang sehat di desanya, sehingga memilih untuk menebus Rastra satu tahun sekaligus.

“Alasan saya, karena jatah beras yang tadinya 480 kilogram tiba-tiba tersisa hanya 180 kg. Ternyata ada perangkat desa yang melakukan pendataan dengan BPD tanpa koordinasi dengan saya. Karena itulah saya memutuskan untuk melakukan penarikan satu tahun sekali,” dalihnya, pada PortalMadura.Com, Rabu (29/11/2017).

Menurut dia, sebaiknya pemerintah mengganti program Rastra dengan bentuk bantuan yang lain. Pembagian Rastra dinilai berpotensi memicu kecurangan. Lebih baik jika pemerintah dapat terjun langsung untuk menangani program bantuan pada masyarakat.

Dia juga mengaku mendapati kendala setiap melakukan penarikan Rastra. Gaji yang dia terima tidak cukup untuk membayar semua Rastra yang menjadi hak masyarakat Desa Pamolokan.

“Saya harus meminjam dana kepada orang lain lebih dulu untuk menebus Rastra. Dan janji saya akan melunasi dalam satu pekan. Ternyata, masyarakat tidak segera menebus (Rasta, red), sehingga saya terlambat untuk melunasi hutang itu. Saya malu,” katanya.

Sebelumnya, Plt Kasubag Sarana Perekonomian, Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep, Suharjono menyebutkan, ada dua desa yang tidak menebus Rastra sejak Januari hingga November 2017.

Kedua desa itu Desa Marengan Daya dan Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep. “Bagi desa yang tidak akan melakukan penebusan, kami minta agar membuat surat pernyataan menolak terhadap program pengentasan kemiskinan berupa rastra itu,” katanya.

Program pengentasan kemiskinan berupa Rastra tahun 2017 untuk Kabupaten Sumenep terdapat jatah sebanyak 23.042.880 ton. Namun, hingga saat ini masih terealisasi 72,46 persen atau 16.697.100 ton.(Vivin/Nanik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.