oleh

Disperta Tak Yakin Ada Penimbunan Pupuk

SUMENEP (PortalMadura) – Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Disperta) Sumenep, Madura, Jawa Timur menyangkal ada aksi penimbunan pupuk menyusul para petani kesulitan mencari pupuk.

Kabid Sumber Daya dan Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Disperta) Sumenep, Kurratul Aini mengatakan, tudingan penimbunan pupuk ditingkat kios itu tidak benar. Pasalnya jika dilihat dari berbagai indikator, dimana pemilik kios juga menginginkan perputaran uang sementara jika harus ada aksi timbun, berarti mengalami kemandean modal.

“Kalau sampai ditimbun, kami tidak yakin. Kan mereka juga tidak ingin modalnya berhenti, inginnya terus berputar,” kata Kurratul Aini, Kamis (09/01/14).

Dia menduga, sulitnya petani memenuhi kebutuhan pupuk itu disebabkan jatah pupuk untuk kelompok yang bersangkutan itu sudah habis.

“Jatah dari pusat memang minim, setiap tahun kuota pupuk untuk kabupaten Sumenep selalu dikurangi, bisa jadi berdampak pada kebutuhan para petani” urainya.

Untuk mengantisipasi kekurang pupuk, Disperta telah melakukan penambahan kouta pupuk ditahun 2013 lalu. Penambahan pupuk itu sebanyak 3.052 ton, dengan rincian Urea sebanyak 2.120 ton, SP 36, 675 ton, Ponska 80 ton dan Petroganik seanyak 170 ton.

“Sebelum ada penambahan, kuota pupuk untuk seluruh petahi di Sumenep sebanyak 25 ribu ton, tahun 2013 lalu. Jumlah itu masih belum mencukupi kebutuhan pupuk para petani di 27 kecamatan di Sumenep.(arif/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE