oleh

Ditemukan Miras, Bherung Sabu Pandian & Bherung Kompi Ditutup

PortalMadura.Com, Sumenep – Dua warung (sejenis kafe) yang menjadi tempat “ngopi” atau nongkrong muda-mudi Sumenep, Madura, Jawa Timur, diberi tanda larangan masuk (Caution Do Not Enter) oleh petugas gabungan setempat saat penertiban jam malam, Rabu (13/1/2021).

Dua warung itu, yakni Bherung Sabu di Jl. Barito, Desa Pandian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep dan Bherung Kompi berlokasi di Jl. Raya Lenteng, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep.

Selamat Ibadah Puasa
Ditemukan Miras Bherung Sabu Pandian Bherung Kompi Ditutup1
Petugas memasang tanda larangan masuk (Caution Do Not Enter). (Ist for @portalmadura.com)

“Ini penertiban jam malam dan penertiban kafe tanpa izin usaha sesuai Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 243/435.205/2020 dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19,” terang Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, Kamis (14/1/2021).

Pada razia tersebut dipimpinan Kasat Sabhara Polres Sumenep, AKP Abd. Mukit dengan melibatkan 90 personel gabungan dari berbagai unsur. Hasilnya, baik di Bherung Sabu maupun di Bherung Kompi ditemukan berbagai merek Minuman Keras (Miras).

Rinciannya, di Bherung Sabu petugas menemukan minuman King Coffee Beer sebanyak 12 botol dan Noka Coffee Beer 9 botol.

Sedangkan di Bherung Kompi petugas mendapati minuman Corola Ultra Limunade Beer, Sam Brewok, Heitaio, Gasberg Coffe Beer, de Dalbo, Sam Brewok Rocker Cola. Masing-masing dua botol.

“Jenis minuman itu tidak adanya izin produksi dan izin edar dari pemerintah,” jelasnya.

Petugas gabungan itu juga mendatangi kafe Jipex Teen Eatery di Pajagalan, Sumenep. Petugas mencopot garis segel oleh Satpol PP Sumenep yang sebelumnya dinyatakan ditutup sementara. “Kafe itu sudah mengantongi izin,” ujarnya.

Kafe lain, yakni Kedai Bunga Mawar di Jl. Raya Sumenep – Pamekasan, Desa Patean, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep tidak luput dari razia penertiban jam malam dan penertiban kafe tanpa izin usaha.(*)

Penulis : Hartono
Editor : Putri Kuzaifah

Komentar