oleh

Diterjang Angin Malam, 9 Atap Bangunan Rusak & Satu Santri Terluka

PortalMadura.Com, Sumenep – Angin kencang melanda Desa Gayang dan Desa Jambuir, Kecamatan Gayam kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Sedikitnya, sembilan (9) atap bangunan milik warga dan seorang santri terluka pada kejadian pukul 19.00 WIB, Minggu (24/1/2021).

“Mayoritas yang rusak itu atap, asbes atau genteng. Rusak ringan,” terang Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, Senin (25/1/2021).

Yang terluka, kata dia, Rafli (15) warga Desa Jambuir yang merupakan santri pondok pesantren Al Azhar, Situbondo.

“Jari tangan korban kejepit pintu karena hendak lari ketakutan pada saat kejadian,” jelasnya.

Ia menjelaskan, angin kencang itu datang usai salat isya dengan kondisi cuaca mendung tebal. Warga sempat mendengar suara gemuruh hujan seperti angin puting beliung.

“Itu berlangsung sekitar 15 menit,” katanya.

Tiba-tiba genteng dan asbes rumah warga, dapur serta atap musala berjatuhan dan sejumlah pohon tumbang. Dan pada pukul 20.00 WIB hujan baru mulai reda.

Anggota Polsek Sapudi dan Koramil 0827/20 bersama aparat lainnya mendatangi tempat kejadian. Selain memotong pepohonan yang tumbang karena mengganggu fasilitas umum juga melakukan pendataan.

“Kerugian ditaksir mencapai Rp 40 juta,” katanya.

Adapun kerusakan akibat angin kencang, sebagai berikut:

1. Genteng depan gedung SD Gayam 2 (Rusak ringan)

2. Atap asbes dapur rumah milik Aab (35) warga Dusun Bansanik, Desa Gayam (rusak ringan)

3. Atap bengkel milik Indra (45) warga Dusun Bansanik, Desa Gayam (Rusak ringan)

4. Atap rumah milik Saheman (50) warga Dusun Bangsanik, Desa Gayam (rusak ringan)

5. Teras toko milik Mahmudi (35) Dusun/Desa Jambuir (rusak sedang)

6. Atap dapur milik Sahibul Bahri (45) warga Dusun/Desa Jambuir (rusak ringan)

7. Atap rumah milik Tohari (60) warga Dusun/Desa Jambuir (rusak ringan)

8. Atap rumah milik Rudiyanto (45) warga Dusun/Desa Jambuir.

9. Atap teras Musala Arraudatussolihin (pengaush Ustaz Moh. Saleh) warga Dusun/Desa Jambuir.(*)

Penulis : Hartono
Editor : Putri Kuzaifah

Komentar