oleh

Dokumen Pendukung Pembangunan Pasar Kolpajung tak Lengkap

PortalMadura.Com, Pamekasan – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, untuk membangun pasar tradisional Kolpajung tahun 2020 dipastikan gagal terlaksana.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Achmad Sjaifuddin mengungkapkan, proposal pengajuan dana untuk pembangunan pasar tradisional terbesar di bumi Gerbang Salam itu sudah masuk pada tahun 2019 kepada pemerintah pusat. Namun, proposal itu tidak dilengkapi dengan berkas pendukung.

Berkas pendukung dimaksud salah satunya adalah Analisa Dampak Lingkungan (Amdal), Detail Engineering Design (DED), Rencana Anggaran Belanja (RAB), surat pernyataan kesiapan dan lain sebagainya.

“Jadi gini, pengusulan proposal itu sudah dilakukan pada tahun 2019, cuman dalam proposal itu pastinya harus ada berkas atau dokumen pendukung. Jadi tidak bisa pemerintah pusat itu kalau tidak ada berkas pendukungnya,” kilahnya, Rabu (4/10/2020).

Mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) itu menambahkan, pihaknya saat ini sedang melengkapi berkas yang menjadi persyaratan tersebut. Kemungkinan akhir desember 2020 atau awal Januari 2021 sudah rampung secara keseluruhan.

“Amdal sedang proses penyusunan. Jadi, kalau 2020 tidak mungkin (dibangun, red). Nanti kalau sudah selesai, mudah-mudahan pasar Kolpajung itu menjadi sasaran dari bantuan presiden itu. Kalau nanti sudah lengkap, kita akan susulkan,” tandasnya.

Dia tidak dapat memungkiri pembangunan pasar tersebut bisa gagal apabila proposal pengajuannya tidak diterima oleh pemerintah pusat meskipun semua berkas atau dokumen pendukung telah lengkap sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.

Dalam proposal tersebut anggaran untuk pembangunan pasar Kolpajung berkisar Rp 100 miliar dengan rencana pembangunan toko dua lantai.

“Yang pasti ikhtiar kita sudah maksimal melengkapi apa-apa yang menjadi kekurangan. Kalau bicara kemungkinan (dibangun 2021,red), Insyaallah,” pungkasnya.(*)

Penulis : Marzukiy
Editor : Muthmainnatul Lizamah

Komentar