Dosen FISIP Unija Madura Tingkatkan Kualitas Kader dalam Eliminasi TB Via Aplikasi ‘Lapor TBC’

Penulis: HartonoEditor: Hartono
Dosen FISIP Unija Madura Tingkatkan Kualitas Kader dalam Eliminasi TB Via Aplikasi 'Lapor TBC'
Pelatihan Komunikasi (Istimewa)

PortalMadura.Com, Sumenep – Tiga orang dosen FISIP Universitas Wiraraja (Unija) Madura, melakukan pengabdian kepada masyarakat di Desa Grujugan, Kecamatan Gapura, Sumenep, Jawa Timur.

Mereka berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kader kesehatan dalam rangka eliminasi penyakit tuberkulosis (TB) melalui penggunaan aplikasi ‘Lapor TBC’.

Ketiga dosen FISIP Unija Madura itu, Roos Yuliastina., S.I.Kom.,M.Med.Kom sebagai ketua tim dengan dua anggota, Ahmaniyah, S.ST., M.Tr.Keb. dan Liyanto, A.Md., SE., MM.

Ketua tim, Roos Yuliastina menjelaskan, Desa Grujugan telah ditetapkan sebagai desa Sigap TBC sejak tahun 2021 dan pemerintah desa setempat juga membentuk kader kesehatan TBC sebanyak 25 orang anggota kader.

“Lahirnya kader kesehatan TBC sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mewujudkan program eliminasi TB di Indonesia,” kata Tina sapaan Roos Yuliastina.

Berdasarkan hal tersebut, maka tim kegiatan pengabdian kepada masyarakat Universitas Wiraraja membuat program kemitraan masyarakat dari dana hibah Kemendikbud Ristek tahun 2022 dengan pembuatan aplikasi android bernama ‘Lapor TBC’.

Dosen FISIP Unija Madura Tingkatkan Kualitas Kader dalam Eliminasi TB Via Aplikasi 'Lapor TBC'
Launching aplikasi dan pendampingan ‘Lapor TBC’ (Istimewa)

“Lahirnya aplikasi Lapor TBC sebagai bentuk inovasi yang diberikan tim pelaksana program kemitraan masyarakat untuk membantu kader kesehatan TBC Desa Grujugan,” katanya.

Dari aplikasi itu, kata dia, juga dapat meningkatkan pengawasan dan penyebaran TBC. Pihaknya juga memberikan pendampingan dan pelatihan komunikasi persuasif bagi kader kesehatan TBC.

Menurut Tina, pelatihan dan pendampingan komunikasi tersebut lebih kepada memberikan keterampilan komunikasi persuasif dan komunikasi self healing untuk mengurangi kecemasan pada warga yang dinyatakan positif TB atau orang dengan TBC (ODTB).

Kegiatan pendampingan dan pelatihan komunikasi bagi kader dilakukan selama 2 hari dari tanggal 16-17 Juli 2022 di balai Desa Grujugan. Disusul dengan launching dan pendampingan penggunaan aplikasi ‘Lapor TBC’ kepada kader kesehatan TBC Grujugan, Jumat (12/9/2022).

Pihaknya menyampaikan, kelebihan aplikasi ‘Lapor TBC’ di antaranya, proses screening dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi.

“Dimana formulir screening bagi warga yang akan melakukan screening secara otomatis tersingkron dengan NIK dan data penduduk Desa Grujugan, sehingga warga yang akan melakukan screening tidak wajib membawa KTP,” terangnya.

Formulir screening dalam aplikasi tersebut dapat diklasifikasikan secara otomatis (form screening dewasa dan anak-anak) berdasarkan klasifikasi usia yang akan screening.

Kelebihan lainnya, dalam aplikasi terdapat menu rekap data screening hasil screening, dimana data warga yang telah melakukan screening dapat muncul dalam bentuk angka, baik jumlah warga yang negatif TBC, bergejala dan dinyatakan positif atau ODTB.

“Maka pihak desa melalui operator desa dapat mengunduh data, untuk melakukan rekap hasil laporan yang dilakukan kader kesehatan TBC,” katanya.

Selain itu, operator desa dan kader kesehatan dapat notifikasi jadwal atau kalender minum obat penderita TBC melalui aplikasi TBC telegram.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.