oleh

Dosen UTM, Reski: Disamping Pria Hebat Ada Sosok Perempuan Cerdas

PortalMadura.Com, Bangkalan – Rezkiyah Rosyidah, perempuan berkacamata kelahiran Kota Pahlawan Surabaya ini, adalah salah satu dosen favorit di jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (Fisib) Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Reski panggilan akrabnya, selama ini telah menjadi sosok perempuan muda visioner dan inspirator khususnya bagi mahasiswinya. Perawakannya yang tegas, enerjik selalu memperlihatkan optimis dari wajahnya, sehingga tidak sedikit mahasiswi menjadikannya sebagai rujukan perempuan masa kini.

Perempuan yang lahir 19 Februari 1987 dari pasangan suami istri (Pasutri) Baidhowi dan Suliati ini, selalu menekankan bahwa, perempuan itu harus smart dan meraih pendidikan setinggi tingginya, seperti halnya kaum pria. Tidak terkungkung persepsi perempuan yang selama ini dicitrakan untuk selalu di rumah.

“Perempuan itu harus cerdas, bisa meraih pendidikan setinggi tingginya, dan perlu kita ketahui, tidak ada larangan baik agama dan budaya kita untuk itu,” terang dia, kepada PortalMadura.Com, Minggu (28/5/2017).

Dia menjelaskan, keharusan perempuan untuk cerdas dan meraih pendidikan tinggi tersebut, bukan semata mata untuk menyaingi para pria. Namun, dalam cita cita tersebut ada niat yang sangat mulya kepada bangsa ini, yaitu pembangunan generasi penerus, mengingat betapa pentingnya andil perempuan perempuan hebat dalam melahirkan dan mendampingi para tokoh besar yang menjadikan bangsanya lebih baik.

Dosen yang hingga saat ini masih berstatus single ini menegaskan, bahwa dibalik kesuksesan seorang pria, pasti ada sosok perempuan hebat dibelakangnya, itulah alasan kenapa perempuan harus cerdas dan mengikhtiarkan dirinya untuk menjadi perempuan yang hebat, karena dalam sejarah peradaban manusia terkultusnya tokoh besar, selalu tersimpan sosok perempuan hebat dibelakangnya.

“Misalnya dalam Islam, kesuksesan puncak karier Muhammad Bin Abdullah tidak bisa dipisahkan dari sosok Khadijah yang mendampinginya. Sama halnya dengan Soekarno di negeri ini, yang memilih perempuan anggun bernama Fatmawati untuk mendampingi dalam perjuangannya,” tegasnya.

Meski demikian, dia tetap berpesan tentang status dan fungsinya ditakdirkan menjadi perempuan, yaitu menjadi istri dan ibu yang baik tetap menjadi prioritas utamanya, sehingga dibutuhkan kepiawaian membagi waktu, karena bagi dia, karier yang cemerlang bukan untuk dijadikan alasan untuk menghambat menjadi istri dan ibu yang baik bagi keluarganya.

“Kita harus pinter pinter membagi waktulah, dimana kita harus memposisikan sebagai pengajar, ibu bagi anaknya, sebagai istri yang baik bagi suami, mungkin itu keinginan semua perempuan ya,” pungkasnya.(Hamid/Har)


Tirto.ID
Loading...

Komentar