DPKS : Penyebaran Atribut Kristen, Disdik Sumenep Harus Tindaklanjuti ke Proses Hukum

DPKS : Penyebaran Atribut Kristen, Disdik Sumenep Harus Tindaklanjuti ke Proses Hukum
Ketua DPKS, Moh Amin
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS), Madura, Jawa Timur, Moh Amin menyatakan, kalau memang tidak mengetahui isi bingkisan yang diberikan kepada siswa Sekolah Dasar (SD), Dinas Pendidikan (Disdik) setempat harus menindaklanjuti secara hukum. Karena, Disdik terkesan dilecehkan.

“Kalau benar-benar tidak tahu, Disdik harus menuntut secara hukum Dewan Harian Cabang 45 Sumenep yang bekerjasama dengan Yayasan Sejahtera Bangsa Mulya dalam sosialisasi wawasan kebangsaan itu,” terang Ketua DPKS, Moh Amin, Rabu (22/2/2017).

Ia menyampaikan, Disdik harus tegas dalam hal ini. Sebab, pelaksanaan sosialisasi wawasan kebangsaan tersebut mendapatkan izin secara resmi dari Disdik.

“Kedepan, Disdik harus lebih selektif mengeluarkan surat. Kalau ada yang mengajukan permohonan seperti ini (sosialisasi kebangsaan, red) lagi, Disdik harus diseleksi dulu,” tuturnya.

Baca Juga:  Menparekraf Targetkan Sumenep Jadi Lokasi Destinasi Pariwisata dan Ekraf

Ia menyampaikan, selain Disdik, Dewan Harian Cabang 45 Sumenep juga bertanggungjawab atas semua ini. Karena, dengan pembagian bingkisan atribut Kristen ditengah-tengah umat Muslim itu sangat meresahkan.

“Apakah ini sengaja atau tidak, Dewan Harian Cabang 45 Sumenep tidak boleh tinggal diam, harus bertanggungjawab,” tegasnya.

Baca: Heboh! Siswa SD di Sumenep Madura Dapat Bingkisan Salib

Sebelumnya, ditemukan penyebaran bingkisan berupa topi santa, kalung salib, buku bergambar dengan tulisan happy birthday jesus dan kaos kaki bertuliskan jesus dalam pelaksanaan sosialisasi wawasan kebangsaan di sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Manding, Sumenep. (Arifin/Putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.