Dugaan Korupsi Bagi Hasil Migas, Mantan Dirut PT WUS Sumenep Ditahan Kejati Jatim

Avatar of PortalMadura.com
DIRUT BUMD
Mantan Dirut PT WUS Sumenep, SA, dikawal polisi, Jumat (13/10/2017) (Kompas.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Surabaya – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT. Wira Usaha Sumekar (WUS) –salah satu BUMD milik Pemkab Sumenep– berinisial SA, sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi dana bagi hasil pengelolaan Minyak dan Gas (Migas).

PortalMadura.Com melansir dari kompas.com, Jumat (13/10/2017), usai menjalani pemeriksaan selama 12 jam, SA langsung dijebloskan ke ruang tahanan di Rutan Kelas 1 Surabaya, Medaeng Sidoarjo. Tersangka keluar dari ruang penyidikan pukul 17.00 WIB dan sudah mengenakan rompi berwarna merah.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Richard Marpaung mengatakan, tersangka saat menjabat Dirut BUMD Sumenep, diduga menerima jatah bagi hasil pengelolaan migas atau Participating Interest (PI) dari PT Santos Madura Offahore yang melakukan eksplorasi migas di wilayah perairan Sumenep.

Baca Juga:  25 Juni 2022, Nasrul Ulum vs Al Furqon & Aswaj vs Darun Najah

“PI yang diterima tidak dilaporkan kepada Pemkab Sumenep,” kata Richard.

Tersangka sebut dia, juga membuka kantor perwakilan di Jakarta, dan secara pribadi membuka rekening bank bentuk rupiah dan dollar AS untuk menampung PI 10 persen tanpa sepengetahuan Pemkab Sumenep.

Jumlah uang yang masuk ke rekening tersangka dari PI sebesar 773.702 dollar AS. Dana tersebut digunakan tersangka sebesar Rp 3,9 miliar. “Jumlah itu sesuai dengan kerugian negara yang ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan,” ucapnya.(*)

Sumber : kompas.com

Ikuti Berita Terbaru Dari PortalMadura.com di  Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.