oleh

Dugaan Pemalsuan DPT Pilkades Kolo-kolo Berujung Pelaporan ke Polres Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Dugaan pemalsuan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkades Kolo-kolo, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dilaporkan ke Polres Sumenep.

Pelapor, Syamsul Arifin (50), warga Dusun Mamburit, Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep. Dengan surat tanda penerimaan laporan Nomor: LP/222/XII/2019 Jatim/ RES SMP tanggal 16 Desember 2019.

Selamat Ibadah Puasa

“Materi laporannya, dugaan pemalsuan data DPS dan DPT Pilkades Kolo-kolo oleh oknum panitia,” terang kuasa hukum pelapor, H. Mohammad Siddik, SH, pada PortalMadura.Com, Selasa (17/12/2019).

Dugaan pemalsuan data tersebut diketahui pada hari H pelaksanaan Pilkades Serentak 2019 oleh kliennya sekitar pukul 06.00 WIB, Kamis, 14 November 2019.

Siddik sapaan akrab kuasa hukum pelapor menjelaskan, dugaan pemalsuan itu modusnya dengan cara memasukkan data pemilih dari luar desa dan jumlahnya sangat banyak.

“Warga dari Desa Angkatan masuk di DPT Pilkades Kolo-kolo. Ini yang jelas merugikan negara, utamanya klien kami. Rugi mental, rugi materi dan ini berdampak pada persoalan lain,” ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah mengantongi bukti-bukti valid, seperti undangan Pilkades Kolo-kolo dan identitas (KTP) warga dari luar desa yang masuk DPT.

“Kan jelas cacat hukum, seharusnya bupati menunda atau membatalkan tahapan (tidak melantik) hasil proses Pilkades Kolo-kolo,” katanya.

“Ini persoalan hukum, bukan persoalan kalah atau menang. Yang jelas, oknum panitia itu mempunyai maksud tertentu hingga memasukkan pemilih dari luar desa,” sambungnya menegaskan.

Pihaknya optimis, penegak hukum akan mengusut tuntas kasus ini dan akan dikawal hingga ada kepastian hukum. “Dua alat bukti dan saksi-saksi kita sudah siap,” pungkasnya.(*)

Penulis : Putri Kuzaifah
Editor : Putri Kuzaifah

Komentar