Edukasi “Tamba Resa”, Anak Usia Dini Pandian Jadi Sasaran Dosen Unija

  • Bagikan
Unija Sumenep
Efektifitas kegiatan edukasi materi bertema “Tanaman Herbal Keluarga Dan Rempah Nusantara Sebagai Alternatif Obat Keluarga Dan Bahan Tambangan Pangan Yang Aman Dan Sehat” (Ist for @portalmadura.com)

PortalMadura.Com, Sumenep – Anak usia dini [golden age] Desa Pandian, Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi sasaran edukasi tanaman herbal keluarga oleh dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Wiraraja, Herowati dan Lutfiana Fazad Azizah.

Pada program pengabdian kepada masyarakat [PKM] itu bertajuk Edukasi “Tamba Resa” (Tanaman Herbal Keluarga dan Rempah Nusantara) bagi anak usia dini.

Herowati menyampaikan, tanaman yang tumbuh di sekitar lingkungan rumah dan sekolah siswa dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang dapat dikembangkan serta bisa dijadikan wahana pembelajaran untuk anak usia dini agar lebih mengenal kekayaan alam Indonesia.

“Selain itu, memang sepatutnya untuk melakukan edukasi kepada mereka agar bisa melestarikan dan lebih mencintai negara Indonesia dengan keberagaman sumber daya alamnya melalui program yang kami lakukan [PKM],” kata Herowati, pada PortalMadura.Com, Kamis (28/10/2021).

Untuk mencapai tujuan tersebut, pihaknya membagi dengan tiga kali kegiatan setiap pekan [hari libur]. Pertama edukasi tentang tanaman herbal keluarga dan rempah nusantara sebagai altenatif obat keluarga dan bahan tambahan pangan yang sehat dan aman.

Kedua, edukasi budidaya tanaman herbal keluaraga dan rempah nusantara untuk melestarikan sumber daya alam (SDA) Indonesia, dan ketiga, edukasi pengolahan tanaman herbal keluarga dan rempah nusantara sebagai upaya pengobatan secara mandiri yang aman dan sehat.

Pada tahap awal, dilakukan kegiatan pembelajaran langsung yang memanfaatkan media pembelajaran macam-macam rempah dan tanaman herbal yang sering digunakan di lingkungan keluarga di antaranya, jahe, lengkuas, kunyit, bawang merah, bawang putih, keluwak, jinten, merica, jamu besar, cabai kecil, daun salam, daun bawang, daun pandan dan daun suji.

“Selama kegiatan berlangsung komunikasi dilakukan secara interaktif, mereka diajak berinteraksi. Dan mereka sangat aktif dan senang serta ingin tahu dan sangat antusias untuk mendapatkan informasi baru tentang nama dan manfaat tanaman herbal dan rempah nusantara yang juga sering digunakan di lingkungan keluarga mereka,” ujarnya.

Herowati dan Lutfiana Fazad Azizah juga melakukan pendampingan yang mengedukasi siswa tentang budidaya tanaman herbal keluarga dan rempah-rempah nusantara untuk melestarikan sumber daya alam Indonesia.

Unija Sumenep 2
Kegiatan budidaya tanaman herbal keluarga dan rempah-rempah nusantara untuk melestarikan sumber daya alam Indonesia (Ist for PortalMadura.Com)

Pada kegiatan kedua ini menggunakan metode pembelajaran langsung yaitu simulasi penanaman beberapa tanaman herbal dan rempah yaitu bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe dan kangkung yang dilakukan secara berkelompok.

Kegiatan menanam tersebut menggunakan media pot yang diisi dengan pupuk kompos sebagai media tanam. “Dari mengolah pupuk kompos yang dicampur dengan tanah, merawat, menyiram, dan mereka diminta untuk mengamati tanamannya,” terangnya.

“Mereka merasa senang dan bahagia karena tanaman yang mereka tanam sendiri tumbuh dengan subur dan berkembang sehat dan mereka merasa tidak sabar untuk segera sampai di masa panen,” sambungnya.

Pada tahap akhir, pendampingan mengedukasi mereka tentang pengolahan tanaman herbal keluarga dan rempah-rempah nusantara secara sederhana sebagai upaya meningkatkan pengobatan secara mandiri yang aman dan sehat.

Kegiatan pengolahan tanaman herbal menggunakan tanaman kunyit untuk diolah menjadi jamu kunyit asam dengan pertimbangan jamu kunyit asam sangat disuka oleh anak usia dini karena rasanya yang lebih bisa diterima oleh mereka.

Hasil Survei

Hasil Survei
Anak usia dini bermain hand phone dan play station (ist for @portalmadura.com)

Herowati mengemukakan, yang mendasari kegiatan tersebut yakni dari hasil survei yang dilakukan tim pengabdian dari Prodi Pendidikan IPA di Desa Pandian, bahwa rumah warga sebagian besar tidak memiliki lahan pekarangan, tetapi tidak jarang juga warga yang memanfaatkan teras rumah yang sempit dengan beberapa tanaman hias.

Dari hasil survei itu, juga ditemukan kegiatan bermain anak usia dini di depan salah satu rumah warga. Mereka bermain bersama di sore dan malam hari tidak lepas dari hand phone. Menghabiskan waktu mereka dengan bermain game android dan playstation bersama sambil makan dan minum jajanan yang syarat dengan bahan aditif.

“Mereka lebih dominan menghabiskan waktu di rumah dengan kegiatan yang kurang bermanfaat dengan durasi waktu pendidikan formal yang lebih sedikit karena efek pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya tuntas,” katanya.

Dari hasil survei tersebut, maka pihaknya memutuskan untuk melaksanakan PKM yang bertajuk Edukasi “Tamba Resa” (Tanaman Herbal Keluarga dan Rempah Nusantara) bagi anak usia dini di Desa Pandian, Sumenep, setiap hari Ahad sejak tanggal 27 Juni, 4 Juli dan 5 September 2021.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.