oleh

Efek Samping Daun Kelor untuk Kesehatan

PortalMadura.Com – Bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di daerah perkampungan tentu tidak asing dengan yang namanya daun kelor. Daun hijau yang memiliki bentuk bulat-bulat kecil ini menjadi salah satu sayuran yang sering dikonsumsi sehari-hari.

Biasanya, seseorang menjadikan daun kelor sebagai kuah bening dan ditumis. Ada juga yang memanfaatkannya sebagai perawatan kecantikan seperti masker wajah. Tidak hanya itu saja, berkat berbagai kandungan nutrisi di dalamnya, daun kelor dipercaya memiliki banyak khasiat bagi kesehatan.

Tapi, di balik manfaatnya itu, daun kelor juga terdapat beberapa efek samping yang wajib Anda waspadai. Apalagi bagi Anda yang sering mengonsumsinya atau penyuka daun kelor.

Kandungan daun kelor memang memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Namun apabila dikonsumsi secara jangka panjang atau dalam jumlah berlebihan, tanaman kelor juga berpotensi menyebabkan efek samping bagi kesehatan.

Efek Samping Daun Kelor

Lalu, apa saja efek sampingnya?. Dilansir PortalMadura.Com, Jumat (27/12/2019) dari laman doktersehat.com, berikut efek samping daun kelor dan bagian tanaman kelor lainnya yang perlu diwaspadai:

Menurunkan Tekanan Darah

Salah satu manfaat daun kelor yang dipercaya masyarakat adalah mampu menurunkan tekanan darah. Hal ini karena kandungan antioksidan yang ada di dalamnya. Tapi tahukah Anda, manfaat yang didapatkan ini bisa menjadi bahaya dan perlu diwaspadai.

Pasalnya, kandungan alkaloid dalam tanaman kelor disebut-sebut dapat menurunkan tekanan darah. Jadi, dapat diartikan bahwa konsumsi ekstrak kelor tidak disarankan bagi Anda yang memiliki kondisi tekanan darah rendah.

Memperlambat Detak Jantung

Selain dapat menurunkan tekanan darah, kandungan alkaloid dalam daun kelor juga dapat memperlambat detak jantung apabila dikonsumsi dalam jumlah tertentu.

Kondisi detak jantung lambat disebut juga dengan bradikardia, di mana jantung berdenyut kurang dari 60 denyut per menit. Sejauh ini belum diketahui berapa banyak alkaloid dalam daun kelor yang dapat menyebabkan kondisi ini.

Namun sebagai antisipasi pencegahan, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi daun kelor dalam jumlah banyak atau ekstrak daun kelor apabila memiliki gangguan irama jantung.

Hipoglikemia

Tanaman kelor memiliki sifat antiglikemik, artinya tanaman ini dapat membantu menurunkan kadar gula dalam darah. Apabila tidak dikontrol, efek antiglikemik dapat berlebihan dan dapat menyebabkan hipoglikemia atau kadar gula darah terlalu rendah.

Biasanya, hipoglikemia ditandai dengan gejala seperti irama jantung tidak teratur, kelelahan, pucat, gelisah, berkeringat, kelaparan, mudah marah, dan kesemutan di sekitar mulut.

Apabila menggunakan tanaman kelor sebagai pengobatan untuk diabetes, maka diharuskan untuk mengontrol gula darah secara teratur. Pemeriksaan gula darah secara teratur ini bertujuan untuk menurunkan risiko menurunnya kadar gula darah secara berlebihan.

Diare

Bahaya daun kelor yang harus diwaspadai selanjutnya adalah menyebabkan diare. Di dalam daun kelor terdapat efek laksatif atau pencahar, sehingga berpotensi menyebabkan atau memperburuk diare.

Jika Anda mengalami kondisi ini, sebaiknya hindari konsumsi daun kelor sementara waktu. Daun kelor lebih direkomendasikan untuk dikonsumsi ketika Anda mengalami kesulitan buang air besar atau biasa disebut dengan sembelit.

Kerusakan Hati dan Ginjal

Umumnya, penggunaan obat-obatan tertentu untuk jangka panjang dapat memicu kerusakan pada organ tertentu dalam tubuh, terutama hati dan ginjal. Nah, tidak hanya obat, ternyata efek samping daun kelor juga bisa memicu itu.

Penelitian pada hewan telah membuktikan bahwa konsumsi jangka panjang dari daun kelor juga dapat menyebabkan kondisi ini. Jadi, pemeriksaan fungsi ginjal dan hati harus dilakukan secara rutin untuk setiap orang yang menggunakan tanaman kelor maupun herbal lainnya sebagai pengobatan.

Berbahaya bagi Kandungan

Efek samping satu ini bukan merupakan efek samping daun kelor, melainkan bagian tanaman kelor lainnya. Bagian yang dimaksud adalah bunga, kulit pohon, dan akar tanaman kelor. Pasalnya hal itu dipercaya memiliki komponen yang dapat menyebabkan keguguran.

Kandungan beberapa fitonutrien dalam daun kelor dapat menyebabkan kontraksi pada rahim. Maka dari itu, konsumsi ekstrak kelor tidak disarankan selama kehamilan.

Jika Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan, selalu diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan obat herbal dan obat-obatan lainnya.

Alergi

Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, banyak orang yang menggunakan daun kelor sebagai masker alami untuk wajah, karena daun ini dipercaya memiliki banyak manfaat untuk kecantikan.

Selain mengaplikasikan daun, banyak juga yang menggunakan minyak daun kelor sebagai perawatan kulit. Apabila muncul efek samping daun kelor untuk wajah seperti ruam atau gatal, sebaiknya tidak melanjutkan penggunaan tanaman kelor sebagai skin care Anda.

Reaksi ini dapat menandakan bahwa Anda memiliki alergi terhadap tanaman ini. Selain tidak untuk digunakan di kulit, tentunya alergi terhadap tanaman ini juga membuat Anda tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi daun kelor.

Bagaimana Konsumsi Daun Kelor yang Aman?

Pada dasarnya, mengonsumsi daun kelor itu relatif aman. Tidak heran jika membuat banyak masyarakat Indonesia menjadikan daun kelor sebagai konsumsi sehari-hari.

Bagian tanaman kelor yang jelas harus dihindari adalah akarnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa akar daun kelor beracun. Sedangkan bagian-bagian lain hanya berbahaya apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Meskipun dapat dikatakan aman, namun konsumsi daun kelor sebaiknya tidak berlebihan, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Apabila setelah makan daun kelor atau penggunaan daun kelor muncul efek negatif, segera hentikan konsumsinya. Apabila kondisi tidak kunjung membaik, segera konsultasikan ke dokter.

Penggunaan ekstrak daun kelor juga harus diperhatikan. Jadi, gunakan obat herbal ini sesuai dosis dan aturan yang disarankan. Jangan pernah menggunakannya untuk jangka panjang, karena seperti yang disebutkan sebelumnya, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.

Baca Juga : 5 Manfaat Menakjubkan Daun Kelor untuk Kesehatan

Kebanyakan manfaat dari tanaman kelor juga kemungkinan belum teruji secara klinis dan membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitasnya. Berhati-hatilah dalam menggunakan tanaman kelor maupun herbal lainnya sebagai obat.

Demikian informasi tentangefek samping daun kelor yang perlu untuk diwaspadai. Memiliki banyak manfaat bukan berarti tidak memiliki efek samping. Tetaplah bijak dalam mengonsumsi makanan maupun obat herbal meskipun manfaatnya banyak dipercaya masyarakat. Semoga informasi ini bermanfaat.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : doktersehat.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.